Pendapatan Pesawaran Turun Rp10,180 Miliar

  • Bagikan
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menyerahkan draft KUPA-PPAS perubahan APBD tahun anggaran 2031 kepada Wakil Ketua I DPRD Paisaludin. FOTO HUMAS PEMKAB PESAWARAN

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Pesawaran memproyeksikan pendapatan daerah setelah perubahan sebesar Rp1,274 triliun lebih. Jumlah tersebut turun Rp10,180 miliar lebih atau 0,79 persen dibandingkan sebelum perubahan APBD tahun anggaran 2021.

Hal itu terungkap saat rapat paripurna
penyampaian rancangan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) perubahan APBD tahun anggaran 2021 di ruang paripurna DPRD Pesawaran, Selasa (10/8).


Bupati Dendi Ramadhona mengatakan, penurunan pendapatan tersebut dari dana transfer pemerintah pusat, yakni dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp20,243 miliar lebih dan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp1,021 miliar lebih.

Sedangkan belanja daerah dialokasikan dalam rancangan KUA-PPAS perubahan APBD tahun 2021 sebesar Rp1,283 triliun lebih atau mengalami penurunan Rp41,363 miliar atau 3,12 persen dibandingkan sebelum perubahan.

Baca Juga:   VAKSIN TERBATAS

“Pandemi virus Corona telah membawa pengaruh besar terhadap pelayanan
pemerintah kepada masyarakat. Terutama untuk sektor kesehatan, sosial, dan ekonomi. Termasuk pada belanja pemerintah daerah,” kata Dendi Ramadhona.

Menurut Dendi, langkah-langkah yang telah dilakukan adalah, pemerintah pusat memberikan arahan dan kewenangan kepada pemerintah daerah dengan penerbitan PMK Nomor 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 Dalam Rangka Mendukung Penanganan
Pandemi Covid-19 dan Dampaknya, Sebagai Pedoman Bagi Pemerintah Daerah.

“Berdasar ketentuan itu, Pemerintah Kabupaten Pesawaran melakukan penyesuaian kebijakan belanja yang tertuang dalam KUA-PPAS perubahan APBD tahun anggaran 2021,” ujarnya.




  • Bagikan