Pendapatan Pesbar Diproyeksi Naik 0,95 Persen

  • Bagikan
Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal menyampaikan KUA-PPAS RAPBD Perubahan 2019 dalam paripurna DPRD yang berlangsung di gedung Dharma Wanita, Senin (22/7). FOTO HUMAS PEMKAB PESISIR BARAT
Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal menyampaikan KUA-PPAS RAPBD Perubahan 2019 dalam paripurna DPRD yang berlangsung di gedung Dharma Wanita, Senin (22/7). FOTO HUMAS PEMKAB PESISIR BARAT

radarlampung.co.id – Target pendapatan daerah pada APBD Perubahan 2019 Pesisir Barat diproyeksikan mencapai Rp841,859 miliar lebih. Kemudian belanja sebesar Rp896,799 miliar lebih. Proyeksi tersebut menyebabkan APBD Perubahan 2019 mengalami defisit sebesar Rp54,940 miliar. Ini akan ditutupi melalui surplus pembiayaan netto daerah.

Hal ini diungkapkan Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal dalam rapat paripurna dengan agenda penyampaian KUA-PPAS RAPBD Perubahan 2019 di gedung Dharma Wanita, Senin (22/7).

Agus mengatakan, proyeksi perubahan pendapatan daerah naik 0,95 persen bila dibandingkan dengan pendapatan daerah pada APBD murni sebesar Rp833,950 miliar lebih. Perubahan pendapatan daerah didapat dari asumsi peningkatan pendapatan asli daerah yang diproyeksikan sebesar Rp37,798 miliar lebih atau naik 25,30 persen, jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp30,167 miliar lebih.

Untuk dana perimbangan, secara umum diproyeksikan mengalami peningkatan minor 0,05 persen, dari tahun anggaran 2019 yakni Rp592,967 miliar lebih menjadi Rp593,245 miliar. Kemudian, pos pendapatan lain-lain pendapatan yang sah diproyeksi tidak mengalami perubahan atau tetap sebesar Rp210,815 miliar lebih.

”Proyeksi belanja daerah juga mengalami peningkatan sebesar 4,96 persen, dibandingkan dengan belanja daerah pada APBD murni sebesar Rp854,450 miliar lebih,” urainya.

Peningkatan belanja daerah berasal dari belanja tidak langsung yang naik 6,31 persen dari sebelumnya Rp427,109 miliar menjadi Rp454,047 miliar. Untuk belanja langsung, secara umum diproyeksikan meningkat 3,61 persen, dari sebelumnya Rp427,341 miliar lebih menjadi Rp442,349 miliar lebih. (yan/tri/ais)




  • Bagikan