Peneliti Luar Sebut Politik Transaksional di Lampung Tinggi

  • Bagikan
Bedah buku berasama Dr. Ward Berenschot (kiri) dan Prof. Dr. Gerry van Klinken (kanan) digelar oleh Fisip Universitas Lampung (Unila) Kamis (11/4). Foto Rima Mareta/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Bedah buku berasama Dr. Ward Berenschot dan Prof. Dr. Gerry vVan Klinken digelar oleh Fisip Universitas Lampung (Unila) Kamis (11/4) dalam kegiatan Democracy for Sale (Ward Berenschot & Edward Aspinall) dan buku Citizenship in Indonesia (Gerry van Klinken).

Kedua peneliti politik dari Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies atau KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde) ini hadir untuk membahas sejumlah hasil studinya yang dilakukan selama beberapa tahun belakangan. Salah satu objek penelitan keduanya dilakukan di Lampung.


Dr. Ward Berenschot pada radarlampung.co.id menyebut di Indonesia, termasuk Lampung masuk dalam daerah dengan transaksional politik yang tinggi. Di mana salah satu transasional politik yang banyak dilakukan adalah serangan fajar. “Memang serangan fajar begitu umum terjadi di indonesia, ini karena budaya dan banyak orang terbiasa namun ada faktor kelemahan parpol,” sebut Dr. Ward.

Karena di negara lain, parpol punya kekuasaan lebih kuat dan lebih banyak mengontrol kekayaan negara. Di mana, parpol bisa menggunakan kekayaan negara untuk berhubungan dengan pemilih.

“Sementara di Indonesia, kontrol atas kekayaan negara ditangan birokrasi. Artinya, untuk membuka hubungan baik dengan pemilih harus lebih dengan kekayaan pribadi, dengan uang dengan hadiah pribadi. Ini alasan penting serangan fajar umum di Indonesia,” sebut Dr. Ward.

Kemudian, Politik transaksional di Lampung ini cukup tinggi didasari oleh struktur ekonomi di Lampung. Karena jika dilihat Lampung banyak tergantung pada satu sektor ekonomi yaitu pertanian. Di dalamnya ada bisnis pertanian besar mulai nanas, sawit dan gula.

“Jadi dalam survei yang kami lakukan, kalau ekonomi beragam dan banyaks ektor ekonomi lain yang penting (dari pertanian) maka praktik politik transaksional akan turun. Ini terjadi dibeberapa daerah di Pulau Jawa, misalnya Surabaya dan kabupaten lainnya. Namun karena struktur ekonomi di Lampung belum beragaam maka untuk menghilangkan politik transaksional masih sulit dihilangkan,” tambahnya.

Bahkan dalam memuluskan transaksional politik dalam pelaksanaan pemilu, biasanya melibatkan tim yang sudah dekat dengan masyarakat. Karena itulah biasanya tim sukses kebanyakan berisikan panutan dan disukai masyarakat. “Hal ini akhirnya membuat pemilih lebih merasa perlu kasih suara pada pilihannya,” tandasnya. (rma/kyd)


Baca Juga:   Bukan Gantung Diri, Kakek Itu Dibunuh Anak Kandungnya


  • Bagikan