Penerima Banpres UMKM yang Belum Miliki Buku Tabungan Bakal Dibuatkan Rekening BRI

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kebijakan terbaru oleh manajemen Bank BRI, untuk mempermudah pelaku UMKM yang nantinya menerima Bantuan Presiden (Banpres) Produktif. Namun belum memiliki buku rekening tabungan, maka akan dibuatkan buku rekening tabungan Bank BRI.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pelatihan Kewirausahaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandarlampung, Muryati Nur, Sos kepada Radar Lampung, Selasa (1/9). Dia bilang, kebijakan ini baru saja dikonfirmasi dari pihak Bank BRI.

“Ya, baru pagi ini dipastikan, kalau Bank BRI akan menyediakan buku rekening tabungan bagi penerima Banpres Produktif. Jadi para pendaftar tidak perlu khawatir, karena yang belum memiliki buku rekening juga bisa mengajukan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, informasi setiap hari selalu berubah, sehingga baru diketahui kalau syarat harus melampirkan buku rekning tabungan bisa dikecualikan. Namun, bagi yang telah memiliki buku tabungan Bank BRI atau pun Bank BNI, juga lebih baik.

“Pertemuan Kementerian Koperasi dengan pihak Bank BRI baru tadi pagi. Jadi, baru bisa dipastikan informasinya valid dan fiks,” ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya hari ini telah mengirimkan surat permintaan kepada Bank BRI untuk kesediaan dalam membuat rekening massal dengan saldo Rp0.

“Teknisnya, ketika peserta nantinya mendapat SMS menerima Banpres. SMS itu juga akan memuat imbauan agar, peserta mendatangi bank BRI setempat untuk mengurus rekening tabungan,” jelasnya.

Dia mengatakan, peserta UMKM yang mengajukan Banpres melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandarlampung hingga saat ini telah mencapai 1.000-an UMKM yang berhasil dilakukan penginputan data.

Baca Juga:   RSUD Dadi Tjokrodipo Bakal Jadi RS Khusus Covid-19

“Untuk pengajuan kami putuskan, sampai batas waktu tanggal 4 September 2020, karena kami juga butuh waktu untuk melakukan koordinasi dengan provinsi dan penginputan data,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandarlampung, Nur menyebutkan pendaftaran Bantuan Presiden (Banpres) Produktif bagi UMKM sewaktu-waktu dapat tutup secara otomatis.

“Kalau mengikuti surat (pendaftarannya) sampai Minggu kedua September, tetapi apabila kuota sudah terpenuhi (bisa) tutup secara otomatis begitu informasinya,” diungkapkannya kepada Radar Lampung, Senin (31/8).

Menurutnya, kuota yang dimaksud berdasarkan hasil input dan verifikasi secara nasional. Adapun, kuota untuk nasional sebanyak 12 juta pendaftar. Sedangkan, hingga saat ini yang telah terverifikasi sebanyak 9 juta UMKM, sehingga sisanya tinggal 3 juta lagi.

“Kita buka pendaftaran dari Kamis (10/8). Sementara sampai saat ini, hingga pukul 15.00 WIB, pelaku UMKM yang telah menyerahkan berkasnya kurang lebih sebanyak 800 UMKM,” jelasnya.

Diketahui, syarat pengajuan usulan bantuan, melampirkan: surat keterangan usaha (SKU), fotokopi kartu keluarga, fotokopi KTP, foto usaha dan produk, fotokopi buku rekening tabungan bank BRI/BNI, dan materai Rp6000 1 lembar.

“Berkas itu diserahkan ke Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandarlampung di lantai 8 Mal PTSP. Sedangkan materai itu gunanya untuk surat pernyataan yang bisa dilengkapi di kantor saat penyerahan berkas,” tandasnya.

Sebagai catatan, bantuan itu diperuntukan bagi pelaku UMKM yang belum pernah menerima bantuan dari pemerintah (PKH, BLT, BPNT, dll) dan belum pernah mengajukan pinjaman kredit perbankan (KUR, dll).

Baca Juga:   Wisata Daerah Perbatasan Bandarlampung Ikut Terdampak PPKM

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menyalurkan bantuan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bantuan yang disalurkan melalui Kementerian Koperasi itu bernama Bantuan Presiden (Banpres) Produktif senilai Rp2,4 juta per UMKM.

Kepala Bidang Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandarlampung Noviana mengatakan, program pemerintah pusat itu diperuntukan terbuka untuk umum bagi pelaku UMKM di Indonesia. Pihaknya saat ini tengah mengumpulkan dan mendata para pelaku UMKM.

“Sudah banyak yang mendaftar ke kantor. Kami bukan baru seminggu ini. Kalau yang datanya sudah fiks dan dikirim ke kementerian sebanyak 100 UMKM,” katanya kepada Radar Lampung, Kamis (27/8).

Dia menyebutkan, proses registrasi dan pendataan bagi pelaku UMKM yang ingin memproleh manfaat program ini, pihaknya membuka pendaftaran hingga 7 September 2020. “Ya, kami tunggu sampai 7 September 2020,” ujarnya.

Adapun syarat pendaftaran, pelaku usaha mendatangi kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandarlampung di Mal PTSP Pemkot Bandarlampung dengan membawa: KTP, surat keterangan usaha dari kelurahan, foto usaha dan nomor rekening BRI atau BNI.

“Persyaratan itu dibawa ke kantor. Nanti, data itu akan masuk dalam data base. Secara otomatis mereka menjadi calon binaan kami. Kita akan usulkan lagi dan akan kita kirim lagi,” tandasnya. (apr/yud)




  • Bagikan