Pengacara Ungkap Fakta Persidangan Kasus Aborsi


RADARLAMPUNG.CO.ID – Pengacara Bripda Randy Bagus Hari Sasongko, Elisa Andarwati, S.H., M.H. dan Wiwik Tri Haryati, S.H., M.H., memberikan keterangan terkait fakta persidangan di Pengadilan Negeri Mojokerto dalam kasus tewasnya Novia Widyasari Rahayu (23).

Menurut pengacara, pemberitaan di media yang selama ini beredar luas tidak sepenuhnya benar. Apa yang telah disangkakan kepada Bripda Randy terkesan sangat memojokkan anggota Polres Pasuruan itu dan keluarga.





Berawal dari tewasnya Novia Widyasari setelah menenggak racun potasium di samping makam ayahnya. Bunuh diri mahasiswi UB asal Mojokerto itu dikaitkan dengan kekasihnya, yakni Bripda Randy. Di mana, Novia depresi karena dipaksa menggugurkan kandungan.

”Bripda Randy telah menjalani sidang kode etik dan dinyatakan bersalah telah memaksa pacarnya menggugurkan kandungan sebanyak dua kali. Namun Bripda Randy masih mengajukan banding. Sebab sidang kode etik secara prosedural harusnya menunggu putusan pidananya inkraht dulu,” kata Wiwik Tri Haryati.

Dalam sidang di PN Mojokerto, jaksa penuntut umum mendakwa Bripda Randy dengan dakwaan kesatu, pasal 348 ayat 1 KUHP dan dakwaan kedua, pasal 348 ayat 1 KUHP juncto pasal 56 ayat 2 KUHP.

Pada dakwaan jaksa disebutkan, seharusnya daerah hukum perkara tersebut di Pengadilan Negeri Malang. Namun karena saksi-saksi sebagian besar berada di Mojokerto, maka jaksa berdasarkan pasal 84 ayat 2 KUHAP beranggapan bahwa Pengadilan Negeri Mojokerto yang lebih berwenang untuk mengadili perkara tersebut.

Ternyata fakta persidangan, dari 22 saksi, yang dihadirkan jaksa hanya 11 orang. Ditambah saksi di luar berkas sebanyak dua orang.

Dari saksi yang dihadirkan jaksa, hanya satu yang berdomisili di Mojokerto, yaitu ibu Novia Widyasari. Selebihnya banyak berdomisili di Malang dan luar wilayah Kabupaten Mojokerto.

“Dalam fakta persidangan terungkap, pelapor bukanlah ibu atau keluarga besar Novia Widyasari. Melainkan penyidik Renata Polda Jatim Iptu Samijo, yang dalam hal ini sebagai pelapor, juga sebagai penyidik perkara tersebut,” kata Elisa.