Pengakuan Ibu Peserta Diksar UKM Cakrawala Unila, Sang Anak Alami Gizi Buruk

  • Bagikan
Ibu korban Jumiati, saat memperlihatkan salah satu luka yang diakibatkan dari peristiwa dugaan pemukulan saat diksar yang diderita anaknya Frans Salsa Romando (19) di RS Bintang Amin, Senin(30/9) malam. Foto Melida Rohlita/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id-Aga Trias Tahta, mahasiswa Sosiologi Universitas Lampung meninggal dunia saat mengikuti diksar yang dihelat UKM Cakrawala Unila. Selain Aga, Muhammad Aldi Darmawan (18), yang juga peserta diksar tengah dirawat di RS Bhayangkara. Tak hanya Aldi, Fans Salsa Romando (19), harus dilarikan ke RS Bintang Amin, Bandarlampung. Frans juga peserta diksar UKM Cakrawala Unila.

Warga Pesawaran Residance, Pesawaran ini pantauan radarlampung.co.id Senin (30/9) malam masih tergolek lemas di ruang perawatan. Terdapat luka dibagian mata, kedua rahang, punggung dan perutnya juga terluka.

Jumiati (43), ibu Frans menyatakan Senin (30/9) pukul 08.00 pagi dirinya mendapat telepon dari Frans. Di telepon, Frans mengaku sakit dan minta dijemput.

Baca Juga:   Si-Kecil Jagoan Neon, Beraksi Curanmor di 8 TKP

“Dikabarin dia sendiri, katanya Mah bisa jemput saya ga? Yaudah share loc aja, pas saya jemput anak saya sudah tergeletak sendirian dalam kondisi kritis,”katanya.

Saat dibawa ke RS Bintang Amin, Frans menurut Jumiati tak sadarkan diri. “Iya sempat ga sadarkan diri, sadar-sadar itu jam 12 siang,” ungkapnya.

Kepada dirinya,  Frans bercerita bahwa selama lima hari mengikuti diksar mendapat perlakuan tak mengenakkan dari para seniornya. “Dia cerita banyak. Katanya dia dipukul, dipecut, disabet. Jadi selama lima hari cuma makan nasi putih selama saja jadi dia perutnya sakit terus uluhatinya juga,” tegasnya.

Sejauh ini, kata Jumiati, dokter mendiagnosa Frans mengalami gici buruk dan juga dehidrasi berat. “Untuk sementara ini dehidrasi dan kurang gizi. Sampai sekarang belum mau makan katanya rahangnya sakit semua ga ada rasa,” ujarnya.

Baca Juga:   Empat Dermaga di Pelabuhan Bakauheni Ditutup

Jumiati juga menyangkan semua yang terjadi kepada anak dan juga rekan-rekan Frans yang sehat saat berangkat namun kritis saat pulang.

“Yang saya sayangkan dengan yang  meninggal itu waktu diperjalanan katanya ga papa cuma pingsan saja. Terus Aldi dan Frans dibawa ke kosan Aldi. Bukan ke rumah saya,  kalau anak saya meninggal gimana, pihak unila sudah kesini tapi kepolisian belum,” terangnya.

Dirinya berharap dengam kejadian ini, kepolisian bisa mengusut tuntas dan menangkap semua yang terlibat terlebih ada korban yang berjatuhan.

“Saya dari awal ga ijinin, dia bilang Ma jadi pecinta alam itu ga akan mati kalau mati udah ajal gitu tapi dia tetap pergi, Saya minta diusut ditangkep para pelakunya, dan minta tolong temanya yang seangkatan tolong dikembalikan ke orang tuanya, karena saya dengar ada 3 orang yang masih ditahan dan dua diantaranya perempuan dengan kondisi yang kritis juga,” katanya. (mel/wdi)





  • Bagikan