Pengakuan Rekanan Soal Setoran Fee Proyek Lamsel

  • Bagikan
Sebanyak delapan saksi hadir dalam sidang lanjutan perkara suap fee proyek jilid II Lampung Selatan di Ruang Bagir Manan, Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandarlampung, Rabu (30/3). Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sidang lanjutan fee proyek di Dinas PUPR Kab. Lampung Selatan (Lamsel), atas dua terdakwa Hermansyah Hamidi dan Syahroni kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Rabu (31/3).

Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan delapan saksi. Delapan saksi itu yakni, Gilang Ramadan (Direktur PT Prabu Sungai Andalas), Rusman Effendi (Direktur CV Berkah Abadi), Ahmad Bastian (Anggota DPD RI /Direktur Ras Berjaya), Tulus Martin (Direktur PT Ahya Pujian), Hartawan (Direktur CV Taji Malela), Syaifullah (Direktur CV Delima Jaya), Tedi Arifat alias Aat (Komisaris PT Bumi Lampung Persada) dan Erwan Effendi (Direktur PT Bumi Lampung Persada).


Dalam kesaksiannya, Gilang Ramadhan menjelaskan, bahwa dirinya mendapatkan proyek di Dinas PUPR Lamsel itu dari tahun 2016 dan 2018. “Waktu itu saya punya teman namanya Rizki. Dia (Rizki) ini merupakan sales mobil, tetapi dia kenal dengan Syahroni. Perkenalan itu di tahun 2016,” katanya.

Baca Juga:   Oknum BPBD Pengeroyok PKL Segera Jalani Sidang

Ketika itu lanjut dia, dirinya pun menyampaikan niat untuk bagaimana bisa mendapatkan pekerjaan kepada Syahroni. “Penyampaian Syahroni saat itu ya katanya sudah nanti akan dilihat dan ikuti aturan. Karena ada setoran (fee) besarannya saat itu saya lupa. Mohon diingatkan kembali oleh jaksa,” kata dia.




  • Bagikan