Pengakuan Tersangka Penjual STNK dan BPKB Palsu

  • Bagikan
Salah satu pelaku memperaktekan cara merakit magnet kunci pada motor matic. Foto : Elga Puranti/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Polresta Bandarlampung, berhasil membongkar sindikat jual beli surat kendaraan palsu, baik STNK maupun BPKB.

Zul Karnaen (66), salah satu pelaku pembuat STNK dan BPKB palsu mengaku telah menjalankan bisnis pembuatan STNK palsu tersebut sejak 6 bulan lalu. Bapak tiga anak ini mengatakan, telah berhasil menjual sebanyak 10 unit kendaraan bodong berikut surat-surat palsunya.


“Untungnya sekitar Rp700 ribu per unit. Uangnya diputar lagi untuk beli barang-barang (STNK dan BPKB palsu, red),” akunya.

Dia mengatakan, selama ini membeli STNK dan BPKB palsu secara online melalui seseorang. STNK palsu tersebut dibeli seharga Rp250 ribu per lembar dan dijual kembali dengan harga Rp700 ribu per lembar.

Baca Juga:   BPK RI Akan Audit Kerugian Negara di Perkara Dugaan Korupsi Jl. Ir. Sutami

Sementara untuk satu paket STNK dan BPKB dibeli seharga Rp1,5 juta dan dijual kembali seharga Rp2 juta. “Saya tinggal rubah datanya saja sesuai dengan motor yang mau dijual. Kadang ada yang beli hanya STNK sama BPKB saja. Tergantung permintaan (pembeli, red),” katanya.

Sementara, Kapolresta Bandarlampung, Kombes Yan Budi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Lampung Timur untuk membongkar sindikat pencurian surat-surat palsu kendaraan bermotor tersebut.

“Karena tidak menutup kemungkinan banyak, ada home industri untuk pembuatan surat-surat bodong ini di Lampung Timur sana,” tandasnya.

Berita Terkait : https://radarlampung.co.id/2021/03/09/polresta-bongkar-sindikat-jual-beli-stnk-dan-bpkb-palsu/

Atas perbuatan mereka, ketiga tersangka itu dijerat dengan pasal 363 KUHPidana, serta pasal 480 KHUPidana dan pasal 266 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun. (Ega/yud)




  • Bagikan