Pengamat: Relaksasi PPnBM 0 Persen Tetap Beri Pengaruh

  • Bagikan
FOTO ILUSTRASI INTERNET

RADARLAMPUNG.CO.ID – Relaksasi PPnBM 0 persen terhadap pembelian mobil baru yang telah diresmikan Kementerian Perindustrian RI diyakini akan berdampak pada pemulihan ekonomi, meski tidak besar.

Salah satu pengamat ekonomi Asrian Hendicaya mengatakan, pemberian insentif PPnBM tersebut tetap akan memberikan pengaruh pada pemulihan ekonomi di Indonesia, khususnya juga dunia otomotif.


“Tetap ada pengaruh tapi mungkn tidak besar. Karena ketidakpastian ekonomi masih akan berlanjut. Dan sasaran PPnBM ini salah satunya adalah lembaga bisnis,” katanya, Selasa (2/3).

Dikatakannya, dalam situasi sulit, yang pertama terdampak adalah konsumsi. Sedangkan konsumsi perannya dalam perekonomian terbesar sekitar 60 sampai 65 persen.

“Dalam situasi sulit ini, kelompok elit yang masih bisa diharapkan untuk tidak mengurangi konsumsi. Karena itu ada pemikiran untuk mendorong belanja dengan mengurangi pajak barang mewah,” ujarnya.

Baca Juga:   Right Issue untuk Pengembangan Ekosistem Ultra Mikro, Sumber Pertumbuhan Baru di Tengah Pandemi

Sehingga, program PPnBM 0 persen ini pun diharapkan akan menggerakkan sektor industri. Sebab, yang paling terpukul dari kondisi pandemi adalah sektor industri.

“Serta yang memiliki peluang besar adalah mobil sedan karena tergolong mobil mewah walau sekelas minibus,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini yang harus didorong dengan insentif pajak adalah konsumsi untuk pangan, sandang, dan perumahan. Sebab, sebagian besar ini adalah pajak daerah.

“Sehingga, setidaknya pemerintah pusat memfasilitasi kepada daerah sebagai kompensasi agar daerah bersedia. Karena daerah akan kesulitan untuk melakukan insentif pajak sebagaimana pemerintah pusat telah lakukan,” tukasnya.

Alex Budianto Branch Head Daihatsu Lampung Ahmad Yani mengatakan, hingga saat ini pihaknya juga telah menerima beberapa pemesanan unit mobil yang terkena PPnBM 0 persen.

Baca Juga:   Sinergi Terbentuk ! Simak Strategi BRI Pacu Ekosistem Ultra Mikro 

“Kalau pemesanan sudah ada yang masuk, terutama untuk mobil yang terkena PPnBM, di data sudah ada sekitar 50an lebih konsumen yang melakukan pemesanan,” ungkapnya.

Senada dikatakan Helmi Yansah Kepala Cabang Auto2000 Way Halim. Ia menuturkan, pihaknya sudah membuka pemesanan tipe mobil yang akan terkena PPnBM.

“Di kami saja masih ada sekitar 40 yang masuk inden. Karena kita memang membuka pemesanan mulai pertengahan bulan lalu,” ungkapnya.

Suhandi Sales Manager Honda Lampung Raya menambahkan, konsumen yang sudah memesan produk mobil Honda guna mendapatkan program relaksasi PPnBM mencapai 25 orang.

“Data ini akan terus berjalan setiap harinya,” pungkasnya. (rur/sur)




  • Bagikan