Pengelola Kalibata City Dipolisikan, Akibat Turunkan Paksa Bendera Merah Putih

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Komunitas Warga Apartemen Kalibata City mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jumat (18/8) sore seperti dilansir dari laman fin.co.id.

Kedatangan para warga ini ingin berkonsultasi untuk melaporkan pengelola Apartemen Kalibata City, yang menurut mereka telah melakukan pelecehan karena telah menurunkan paksa bendera merah putih yang dipasang di unit milik warga.


Ketua Komunitas Warga Apartemen Kalibata City Sandi Edison mengatakan, peristiwa  bermula ketika  Nyimas (40) warga di Tower Damar lantai 12 CF memasang bendera merah putih di balkon, untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 73, Kamis (16/8) sekitar pukul 13.30 WIB.

Namun, setelah pemasangn itu tiba-tiba Building Supervisor bernama Hari yang didampingi seorang sekuriti bernama Agung mendatangi unit Nyimas. “Saat itu kebetulan yang berada di dalam unit adalah ibu dari ibu Nyimas, yang umurnya sudah 75 tahun,” ujar Sandi Edison di Mapolda Metro Jaya.

Baca Juga:   Dorong Pesantren Manfaatkan KUR untuk Mandiri dan Berjiwa Usaha

Kedatangan Hari dan Agung tersebut, meminta kepada penghuni unit agar menurunkan bendera merah putih yang sudah terpasang. Menurut Hari dan Agung, hal tersebut tidak sesuai estetika. ‘’Ibu atau orangtua Nyimas ini mengaku akan membukanya sendiri, namun oknum Hari dan Agung ini memaksa masuk dan langsung menuju balkon, lalu melepaskan bendera, serta melipatnya dan memberikannya ke orangtua Nyimas dan pergi,’’ jelasnya.

Tidak terima dengan perlakukan itu, Nyimas yang mendapati cerita tersebut langsung melakukan protes keras kepada Kepala Sekuriti Sandi. ‘’Ibu Nyimas yang melakukan protes sambil memvideokan dan langsung memviralkannya. Lalu warga lain yang mengalami hal yang sama berkumpul dan berencana melaporkan ini ke polisi. Makanya kami sekarang datang ke Polda untuk berkonsultasi dan melaporkannya,’’ pungkasnya. (fin/ang)




  • Bagikan