Patok Tarif “Selangit”, Pengelola Parkir Simpur Mengaku Miskomunikasi Masih Berlakukan Tarif Lebaran

  • Bagikan
Suasana parkir depan Simpur Center Jalan Brigjend Katamso yang dikeluhkan memasang tarif Rp5 ribu jam pertama. FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Belakangan sejumlah warga mengeluhkan tarif parkir depan Simpur Center Jalan Brigjend Katamso. Ya, kebanyakan warga menilai pengelola parkir setempat menerapkan tarif “selangit” yang terkesan semena-mena tanpa pertimbangan matang. Di mana, untuk jam pertama pengunjung yang memarkirkan kendaraan langsung dikenakan Rp5 ribu.

Benar saja, ketika Radar Lampung melakukan kroscek, dengan memarkirkan kendaraan roda dua, hanya hitungan detik langsung dimintai pembayaran Rp5 ribu di pintu pembayaran.

Ketika melakukan konfirmasi ke penjaga karcis, Ida, mengaku sejak Mei 2019 tarif parkir telah ditetapkan menjadi Rp5 ribu untuk waktu seharian.

“Sejak bulan 5, tarifnya Rp5 ribu, mau dia sedetik atau seharian bayarnya ya segitu. Memang dulu ketika satu jam pertama Rp3 ribu kemudian setelah satu jam sampai seharian tarifnya Rp5 ribu,” ungkapnya, Rabu (4/9).

Baca Juga:   RSUD Dadi Tjokrodipo Bakal Jadi RS Khusus Covid-19

Tak puas dengan jawaban Ida, Radar Lampung kemudian menemui langsung pihak pengelola parkir depan Simpur Center, Awin.

Dirinya menjelaskan, pihaknya memang pernah menetapkan tarif Rp5 ribu sejak detik pertama sampai seharian. Namun, tarif itu berlaku hanya h-7 hingga h+7 lebaran.

“Waduh, karyawan saya salah itu. Tarifnya berlaku seperti dahulu. Tarifnya Rp3 ribu pada jam pertama, seterusnya Rp5 ribu seharian,” ujarnya seraya memanggil Ida.

Atas ketidaknyaman tersebut, Awin menyampaikan permintaan maaf, lantaran ada miskomunikasi antara dirinya dan karyawan.

“Kami bikin tarif Rp5 ribu itu karena momen lebaran. Kita sengaja begitu supaya 12 karyawan bisa mendapatkan THR. Kalau engga begitu mungkin engga bakal ada THR bagi karyawan,” akunya.

Baca Juga:   Perihal PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Tunggu Inmedagri dan Ingub

Berdasarkan pengamatan Radar Lampung, pengelola tidak menyediakan struk bukti pembayaran maupun papan tarif yang tertempel sebelum masuk palang pintu.

Terkait hal itu, Awin juga mengungkapkan terima kasih atas informasinya dan berjanji akan melakukan evaluasi maupun perbaikan terjadap pengelolaan kedepannya.

Dirinya mengaku, pihaknya harus menyetor uang sebesar Rp850 ribu per hari kepada manajemen Simpur Center.

Dirinya mengatakan setidaknya pihaknya harus mengeluarkan biaya untuk 12 karyawan rata-rata gaji Rp50-70 ribu per orang per harinya. (apr/sur)




  • Bagikan