Pengelolaan Dana BUMPekon Bermasalah, Tanggung Jawab!

  • Bagikan
Komisi I DPRD Lambar menggelar hearing dengan sejumlah pihak membahas masalah pengelolaan BUMPekon Pajaragung Kecamatan Belalau, Selasa (5/11). FOTO NOPRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

Kemudian tahun berikutnya, didapat dana sebesar Rp41.148.900. Dari anggaran tersebut, Rp9 juta diberikan tunai. ”Total dana yang diterima untuk pengadaan mesin steam, mesin potong rumput, tarup dua unit, dan molen,” ujarnya.

Sementara pada 2018, BUMPekon Pajaragung menerima transfer Rp30 juta yang dibagi dua tahap. Peruntukannya penambahan modal pembelian obat-obatan. ”Masuk rekening Rp30 juta. Setelah penarikan, ketua waktu itu meminta untuk memakai uang sebesar Rp15 juta. Sisanya untuk penambahan modal usaha. Rp10 juta sudah dibayar tanggal 16 Oktober lalu, dan sisanya belum,” bebernya.


Terkait kendaraan operasional BUMPekon, Anhadi mengatakan, awalnya disepakati bahwa disewa sebesar Rp5 juta per tahun oleh Ketua BUM Pekon Sumalik. Namun pada saat sudah berjalan, tidak diakui sehingga dilakukan musyawarah lagi dan sewa turun menjadi Rp2,5 juta per tahun. Hingga saat ini belum dibayar oleh penyewa.

Baca Juga:   RAPBD Perubahan Lambar 2021 Disetujui, Pendapatan Naik Rp935 Juta

Pada bagian lain, Inspektur Lambar Nata Djudin Amran mengatakan, pihaknya menemukan ketidakajelasan data dengan laporan yang disampaikan pengurus BUMPekon. ”Kesimpulannya, kalau diperkenankan, saya minta diselesaikan dulu di bawah. Supaya aset BUMPekon tidak hilang. Kalau mau kita rapikan, dirapikan. Kalau tidak mau dibina, saya lapor komisi lagi,” tegasnya. (nop/ais)




  • Bagikan