Pengembang Janji Perbaiki Basement Pasar Tugu dalam Seminggu

  • Bagikan
Pengelola Pasar Tugu PT Prabu Makmur, Nicolas Stanley. Foto Aprohan Saputra/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Pihak pengembang akhirnya merespon keluhan pedagang terkait kondisi basement Pasar Tugu, Kota Bandarlampung, yang memprihatinkan dan mengeluarkan aroma tak sedap. Akibatnya, ratusan peragang memilih meninggalkan lapaknya.

Pengelola Pasar Tugu dari PT Prabu Makmur, Nicolas Stanley berjanji segera memegang kendali perbaikan kondisi basement Pasar yang kini tidak layak dihuni para pedagang.

“Kita hari Jumat (25/10) mulai melakukan pembersihan. Sedangkan mulai Senin-Sabtu fasilitas blower, sistem kebersihannya dan penerangan kita pasang. Kita minta satu minggu clear semuanya,” katanya, Rabu (23/10).

Ia mengakui, selama ini orang yang dipercayai PT Prabu Makmur dalam mengelola Pasar Tugu tidak menjalankan fungsinya, sehingga dirinya mengambil alih tugas dalam memanajemen pengelolaan Pasar Tugu ke depannya.

“Dulu pengelolanya bukan saya. Saya pun baru di sini. Namun, saya coba bakal rapikan semuanya. Kita rubah pasar jauh lebih baik dengan dibantu Kadis perdagangan dan kepala pasar. Saya yakin akan jauh lebih baik dari sebelumnya,” janjinya.

Adapun bentuk perbaikan yang akan dilakukan berupa penambahan blower, sistem kebersihan seperti selang dan keranjang sampah, alkon pompa air sebagai antisipasi musim hujan jika terjadi banjir, dan penerangan lampu di seluruh titik.

Dirinya menyebut, berdasarkan catatannya bahwa jumlah pedagang yang telah membeli lapak di sana sekitar 78 orang saja. Sedangkan jumlah kios dan hamparan lapak sebanyak 400 unit.

“Jumlahnya sebanyak 400-an, dari awal tidak terisi semua, dari awal hanya 30 persen saja yang terbeli. Dari 30 persen itu, satu bulan jadi pasar sudah banyak yang pindah entah kemana-mana,” ungkapnya.

Dirinya menyebutkan, harga kios dijual seharga Rp60-70 juta sedangkan hamparan harganya Rp15 juta. Pihaknya memberikan solusi agar pasar di basement semakin ramai, akan diberikan gratis bagi pedagang yang akan berjualan di sana selama tiga bulan.

“Kita berikan kontribsui yang jelas kepada pemerintah, dengan memberikan gratis selama tiga bulan awal. Intinya kita mau semua ini meningkat. Jadi, kita maunya rapi dan tertata dan teradministrasi,” bebernya seraya menyebutkan bahwa basement ke depannya akan diisi khsusus pedagang basah, yakni pedagang daging, ikan dan sayur-mayur.

Tak hanya itu, dirinya juga berjanji akan memperbaiki gedung Pasar Tugu yang berada di atas basement untuk para pedagang pakaian dan buah-buahan. “Fokus kita pedagang tidak ada lagi yang berjualan di depan,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Persatuan Pedagang Kaki Lima (PPKL) Pasar Tugu, Yayan mengungkapkan, bahwa ratusan pedagang yang berjualan di basement tersebut kini tinggal tersisa 15 pelapak saja.

“Kalau dulu jumlah pedagang sekitar 540-an pedagang yang berjualan di basement. Isinya pedagang ikan, sayur, daging, dan pakaian. Tetapi sekarang tidak ada lagi yang jualan pakaian,” ungkapnya saat ditemui, Selasa (22/10).

Menurutnya, alasan pedagang tetap bertahan lantaran tidak memiliki tempat lain yang kebanyakan pedagang memilih meninggalkan lapak ke bagian atas yakni ke pinggir jalan di sekitaran Pasar Tugu hingga pinggiran Jalan Hayam Wuruk.

Berdasarkan pantauan, kondisi basement sangat tidak layak dan memprihatinkan, yakni bau busuk menyengat tercium dari awal pintun masuk hingga di dalam, air bekas air ikan dan daging menggenang diseluruh aliran air yang telah mampet.

Kemudian, minimnya penerangan semakin membuat pengunjung enggan berlama-lama di dalam, kemudian tidak adanya pentilasi dan blower membuat suasanya basement semakin pengap, hanya bau tak sedap dari bermacam jenis kotoran yang tertinggal di lokasi tersebut. (apr/kyd)


Baca Juga:   Ombak 2 Meter Terjang Empat Rumah


  • Bagikan