Pengisian PDSS SNMPTN 2019 Diperpanjang

  • Bagikan
Humas PMB Universitas Lampung, M. Komarudin.

RADARLAMPUNG.CO.ID – Batas waktu pengisian dan verifikasi pangkal data siswa dan sekolah (PDSS) Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) diperpanjang hingga 27 Januari 2019.

Hubungan Masyarakat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Lampung (Unila) M. Komarudin mengatakan, panitia pusat memutuskan untuk memberikan kesempatan kepada sekolah yang sudah login ke laman PDSS dan belum menyelesaikan pangisian serta finalisasi data, maka diberikan prioritas untuk menyelesaikannya sampai 27 Januari 2019 pukul 18.00 WIB.

Sehubungan dengan hal tersebut, verifikasi data oleh siswa baru dapat dilakukan pada 27 Januari 2019 mulai pukul 18.01 WIB hingga 29 Januari 2019 pukul 10.00 WIB.

“Kami imbau kepada semua sekolah, khususnya yang ingin masuk Unila, yang belum menyelesaikan PPDS harap manfaatkan waktu tersisa sebaik-baiknya,” kata Komarudin kepada radarlampung.co.id, Jumat (25/1).

Baca Juga:   Unila Buka Tele-Edukasi untuk Pendampingan Pasien Covid-19

Adapun jadwal pengisian dan verifikasi PDSS sudah dimulai sejak 4 Januari 2019 dan menurut jadwal semula akan ditutup pada 25 Januari 2019. Sedangkan jadwal pendaftaran SNMPTN akan mulai dibuka pada 4 Februari-14 Februari 2019.

“Perpanjangan jadwal dikarenakan sehari menjelang batas akhir pengisian PDSS, jumlah sekolah yang telah mengisi data PDSS mengalami penumpukan input data yang secara bersama-sama dan besar-besaran, sehingga menyebabkan sistem tidak bisa menerima masukan data tersebut,” tandasnya.

Untuk diketahui, Unila secara resmi telah menetapkan total daya tampung Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur SNMPTN 2019 sebanyak 1.419, turun dibandingkan 2018 sebesar 1.521.

Penurunan kuota tersebut, dikarenakan, Unila memakai skema minimal 20 persen yang telah ditetapkan panitia pusat, yang sebelumnya sebesar 30 persen. “Lalu, untuk jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), 40 persen atau 2.660 orang. Untuk jalur mandiri, 30 persen atau 1.065 orang,” paparnya.

Baca Juga:   Polda Lampung-UTI kembali adakan gerai Vaksin Presisi di UTI

Adapun sisa kuota 10 persen, menurut Komarudin, masih akan melihat keadaan. “Iya belum fiks digeser ke mana. Bisa 50% ke SBMPTN. Tapi dilihat dari hasil registrasi dari peserta yang lulus SNMPTN nanti, ya,” pungkasnya. (apr/kyd)




  • Bagikan