Pengusaha Isi Ulang Oksigen di Bandarlampung Mulai Kelabakan

  • Bagikan
Pekerja mengisi ulang tabung oksigen di pangkalan isi ulang tabung oksigen Pak Tua di Jalan Urip Sumoharjo, Bandarlampung, Minggu (27/6). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kasus Covid-19 di Bandarlampung kembali mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Peningkatan itu berdampak pada melonjaknya permintaan tabung gas oksigen. Pengusaha pangkalan isi ulang tabung oksigen lantas dibuat kelabakan. Pasalnya, permintaan oksigen di pangkalan isi ulang mengalami peningkatan sejak dua pekan terakhir.

Salah satunya dialami pangkalan isi ulang tabung oksigen Pak Tua di Jalan Urip Sumoharjo, Bandarlampung. Di tempat ini, permintaan isi ulang, pembelian, dan penyewaan tabung oksigen merangkak naik dalam waktu dua pekan terakhir.

“Permintaan bukan dari rumah sakit, tapi lebih ke personal. Seperti pasien rawat jalan yang membutuhkan oksigen,” kata Topan (25), pengelola pangkalan isi ulang oksigen Pak Tua, Minggu (27/6).

Baca Juga:   Bandarlampung Diminta Testing 2333 Sampel Per Hari

Topan menyampaikan, kenaikan permintaan oksigen naik sekitar 100 persen. Jika biasanya ia mendapat pesanan 2-5 tabung, kini bisa kisaran 10-15 tabung dalam sehari.

Berbeda dengan dahulu, di mana permintaan pengisian oksigen kerap digunakan di bidang industri konstruksi, semenjak pandemi Covid-19 ini mulai banyak dari pasien rawat jalan.

Kondisi meningkatnya permintaan oksigen diperparah dengan minimnya suplay tabung dari distributor. Padahal, Topan berencana menambah jumlah tabung mengingat semakin banyak orang memerlukan oksigen.

Topan mengaku untuk saat ini kesulitan bila harus menambah persediaan tabung. “Suplay liquid oksigennya aman, cuma kalau mau nambah tabung di kondisi saat ini lagi susah. Karena dari pabrikan tabung lagi kosong,” katanya.

Baca Juga:   Lepas Mobil Vaksinasi Keliling, Ini Pesan Kapolres Pesawaran

Dirinya mengatakan, untuk harga oksigen ukuran 1 meter kubik biasa dijual Rp35 ribu-Rp 45 ribu, sedangkan tabung ukuran 6 meter kubik biasa dijual Rp80 ribu-Rp100 ribu.

“Jadi sistemnya sewa, begitu habis tabung dikembalikan lagi, itu juga bisa dianter langsung,” kata Topan.

“Kalau di sini permintaannya kebanyakan sistemnya sewa dengan memberi jaminan. Jarang ada konsumen beli sama tabung, karena yang mereka butuhkan oksigennya saja,” kata Topan. (gar/sur)




  • Bagikan