Penipu Janjikan Masuk Akmil Dituntut 3 Tahun Penjara

  • Bagikan
Dudung (34), terdakwa yang menjanjikan masuk Akmil menjalani sidang tuntutan di PN Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung, Rabu (16/1). FOTO ANGGRI SASTRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arie Apriyansyah menjatuhkan tuntutan tiga tahun penjara kepada Dudung (34). Warga Jl. M. Yunus, Pematang Wangi, Kecamatan Tanjungsenang, Bandarlampung ini merupakan terdakwa penipuan yang menjanjikan lulus pendaftaran masuk Akademi Militer (Akmil) Angkatan Darat.

“Menjatuhkan hukuman penjara selama tiga tahun penjara terhadap terdakwa,” ujar JPU saat membacakan tuntutan di persidangan, Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Bandarlampung, Rabu (16/1).

Dalam penjelasan JPU tersebut, terdakwa bersalah dikarenakan melakukan penipuan terhadap korbannya sekira Agustus 2017 dengan korban Erwin Malik Manurung yang bertemu di kediamannya. Ketika itu saksi korban meminta bantuan kepada terdakwa untuk mengurus anaknya agar lulus tes penerimaan Akmil TNI Angkatan Darat tahun 2018.

“Terdakwa menyanggupi permintaan saksi korban tersebut dan mengatakan terkait masalah dana yang dibutuhkan akan dibicarakan. Sehingga pada pertemuan selanjutnya, yaitu di rumah orang tua istri terdakwa di daerah Wiyono, Kabupaten Pesawaran. Terjadi kesepakatan antara korban dan terdakwa, di mana terdakwa menyatakan bisa membantu anak korban lulus dan akan mengawalnya pada saat tes Akmil tahun 2018,” jelas JPU

Baca Juga:   Perkara Korupsi DAK Tuba, Saksi Sebut Diperintah Pungut 12,5 Persen dari Sekolah

Setelah itu, disepakati terdakwa meminta biaya pendaftaran masuk Akmil sebesar Rp250 juta dan korban pun menyanggupinya. “Dengan janji apabila gagal terdakwa akan mengembalikan keseluruhan uang yang telah diserahkan korban,” ungkapnya.

Lalu, lanjut JPU, pada Jumat 5 Oktober 2017 sekira pukul 20.00 WIB, terdakwa bersama istrinya bertemu dengan korban di tempat usaha fotocopy milik korban. Terdakwa yang saat itu datang bersama istrrinya, yaitu Trinanda Mega Kusuma, meminta uang sebesar Rp250 juta yang sudah disepakati sebelumnya, dengan alasan terdakwa akan pergi ke Palembang bertemu orang yang akan mengurus anak korban pada saat tes Akmil nanti.

“Namun karena uang tersebut belum siap maka korban hanya menyerahkan tanda jadi atau DP sebesar Rp60 juta dan pada 13 Oktober 2018 sekira pukul 16.27 WIB korban menyerahkan uang sisanya kepada terdakwa sebesar Rp190 juta yang ditransfer dan atas penyerahan keseluruhan dana tersebut dibuatkan Surat Pernyataan yang menyatakan bahwa benar terdakwa telah menerima uang dari saksi korban,” tuturnya.

Baca Juga:   Tok! Advokat David Sihombing dan Kliennya Divonis 2,5 Tahun Penjara

Namun ternyata yang dijanjikan tidak terwujud. Alhasil, akibat dari perbuatan terdakwa itu, JPU menjeratnya dengan ancaman pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHPidana dengan ancaman tujuh tahun penjara. (ang/sur)




  • Bagikan