Penjelasan Ditlantas Polda Lampung Terkait Penutupan Gerbang Tol Kotabaru

  • Bagikan
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Lampung Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma. FOTO ANGGRI SASTRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung melakukan penutupan terhadap Gerbang Exit Tol Kotabaru di masa Pemberlakuan Penerapan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Lampung Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma menjelaskan, penutupan ini berdasarkan hasil pantauan dan survei pihaknya. Dimana terjadi antrian panjang ketika kendaraan keluar dari pintu tol.

“Kemarin kita sudah melakukan survei di lapangan terkait dengan penyekatan yang ada di Sukarame terjadi antrian panjang dan ini menimbulkan kerumunan. Dari situ kami cek untuk gerbang tol ruas jalan yang paling deras itu dari arah Bakauheni. Keluar Tol Kota Baru. Berbeda dengan arah Mesuji Terbanggi agak landai,” katanya, Jumat (16/7).

Baca Juga:   Sebelum Bunuh Diri, Curhat ke Tetangga Soal Kesulitan Ekonomi

Menurut Romdhon -sapaan akrabnya- atas penumpukan kendaraan itulah pihaknya melakukan koordinasi dengan PT HK, agar menutup pintu exit tol Kotabaru jalur A KM 79A. “Sedangkan 79B itu tidak ditutup. Jadi sudah kami lakukan penutupan kemarin dari tanggal 15 Juli hingga selesai PPKM Darurat tanggal 20 Juli. Apabila diperpanjang kemungkinan akan diperpanjang untuk penutupan exit tol Kotabaru. Mudah-mudahan PPKM Darurat ini berakhir sampai tanggal 20. Tapi kalau diperpanjang akan kita sesuaikan,” kata dia.

Dirinya pun menambahkan, penutupan sendiri hanya arah kendaraan dari Bakauheni ke Pintu Gerbang Tol Kotabaru saja. “Sedangkan dari Mesuji Terbanggi Besar ke keluar Pintu Gerbang tol Kotabaru tidak kami tutup. Untuk penutupan ini saya minta masyarakat maklumi karena ini untuk mengurangi mobilitas masyarakat yang menuju kota Bandarlampung,” tambahnya.

Baca Juga:   Bangga, Bupati Winarti Tiga Besar Lulusan Terbaik Program Pasca Sarjana IPDN

Lalu untuk di KM 79 B ini tetap mereka buka. Namun pihaknya akan melakukan pemeriksaan di pintu exit tol khusus untuk pekerja sektor esensial dan kritikal saja yang bisa dilewatkan. “Sedangkan diluar itu akan kita masukan lagi ke tol. Kecuali untuk beberapa angkutan BBM oksigen sembako dan alat kesehatan,” ungkapnya. (ang/wdi)




  • Bagikan