Penjelasan Kadiskes Soal Rencana Dosis Ketiga Vaksin Covid untuk Warga Lampung

  • Bagikan
Ini Respon Kadiskes Soal Hasil Pemeriksaan WGS Pasien Lampung oleh Litbangkes
Kadiskes Lampung Reihana. Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana angkat bicara terkait rencana pemberian vaksin dosis ketiga untuk masyarakat Lampung. melalui pesan whatsappnya Selasa (4/1) Reihana menyatakan Provinsi Lampung masih belum menentukan waktu. Hal ini karena Pemprov Lampung masih menunggu arahan pemerintah pusat. “Masih belum ada arahan sampai saat ini, sehingga kita juga masih menunggu,” ungkap Reihana.

Hal itu, menurutnya terkait nantinya pemberian vaksin sendiri. Apakah akan diberikan secara gratis ataukah akan dipungut biaya tertentu. Untuk itu, Reihana meminta masyarakat menunggu dan menuntaskan vaksinasi dua dosis sesuai yang disarankan. “Yang jelas jika vaksinnya tersedia, masyarakat diminta untuk mendaftar secara online,” lanjutnya.



Sementara diketahui, Presiden Joko Widodo memutuskan bahwa pemerintah akan memulai program vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) pada 12 Januari 2022 mendatang. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksin tersebut akan diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas yang telah mendapatkan vaksin dosis kedua dengan jangka waktu lebih dari enam bulan.

“Vaksinasi booster ini juga akan diberikan dengan jangka waktu di atas enam bulan sesudah dosis kedua. Kita identifikasi ada sekitar 21 juta sasaran di bulan Januari yang sudah masuk ke kategori ini,” ujar Menkes dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, 3 Januari 2022, usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Budi mengatakan bahwa vaksinasi booster akan diberikan kepada kabupaten/kota yang capaian vaksinasinya telah memenuhi kriteria 70 persen dosis pertama dan 60 persen dosis kedua.

“Jadi sampai sekarang ada 244 kabupaten kota yang sudah memenuhi kriteria tersebut,” ucap Menteri Kesehatan.

Menkes menuturkan, pemerintah telah mengamankan stok vaksin booster sekitar 113 juta dosis vaksin dari total kebutuhan sebanyak 230 juta dosis. Terkait jenis vaksin yang akan digunakan, akan diputuskan setelah adanya rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Jenis booster-nya nanti akan kita tentukan ada yang homolog atau jenisnya sama, ada yang heterolog jenis vaksinya berbeda. Ya mudah-mudahan nanti akan bisa segera diputuskan tanggal 10 sudah keluar rekomendasi dari ITAGI dan BPOM,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Menkes kembali mengingatkan untuk terus mempercepat vaksinasi dan menghabiskan stok vaksin dosis pertama dan kedua yang telah tersedia, terutama bagi provinsi yang belum mencapai target capaian vaksinasi.

“Kemarin di akhir tahun baru yang perlu masih di kejar adalah Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Aceh, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat dan Papua. Itu adalah provinsi-provinsi yang belum sampai 70 persen dosis pertama,” ucap Menkes. (rma/rls/wdi)






  • Bagikan