Penjelasan Sekum Pengprov Tarung Derajat Usai Dimintai Keterangan di Kejati Lampung

  • Bagikan
Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Tarung Derajat Berry Salatar usai diperiksa oleh penyidik Pidsus Kejati Lampung terkait dugaan penyelewengan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung, Selasa (30/11). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Sekretaris Umum Pengprov Tarung Drajat Lampung Berry Salatar dimintai keterangan selama lima jam di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Selasa (30/11). Pemanggilan Berry itu terkait kasus dugaan dana hibah Koni Lampung.

“Ya saya hari ini dimintai keterangan. Hanya dimintai keterangan saja klarifikasi kebetulan saya di cabor Tarung Derajat selaku Sekum. Jadi dipertanyakan soal kegiatan di tahun 2020 seperti apa. Pertanggungjawabannya seperti apa,” katanya, Selasa (30/11).

Ditanya berapa pertanyaan yang dilontarkan oleh pihak penyidik, Berry menjawab sekitar belasan. “Diperiksa tadi juga santai sih. Diperiksa sejak habis dzuhur,” kata dia.

Disinggung apakah dirinya mengetahui berapa orang cabor yang diperiksa hari ini, Berry mengaku tak hapal. “Intinya saya hanya dimintai konfirmasi saja. Terkait kegiatan di tahun 2020 yang kita lakukan. Seperti dipertanyakan seperti apa kegiatannya. Ya intinya hanya klarifikasi saja. Karena kan kita sempat vakum karena pandemi Covid-19. Ditanya bagaimana penerapannya. Saya bilang atlet berlatih secara mandiri. Walaupun dana KONI enggak ada tetapi dari Pemprov (Lampung) yang harus turun tangan,” tambahnya.

Baca Juga:   Kejati Lampung Kembali Panggil Tiga Saksi Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Koni

Menurutnya, karena pihaknya pun tidak mungkin membiarkan atlet tidak latihan selama satu tahun ini. “Jadi ada jeda-jeda terputus itu yang Pemprov (Lampung) mesti diambil alih. Ya secara teknis seperti itu (saya jelaskan),” ungkapnya. (ang/wdi)

Baca Juga:   Kejati Lampung Kembali Panggil Tiga Saksi Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Koni





  • Bagikan