Penolakan Warga Waydadi Dinilai Dinamika Mencapai Target PAD

  • Bagikan
Ketua TAPD Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis (kanan). Foto Agung Budiharto/radarlampung.co.id
Ketua TAPD Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis (kanan). Foto Agung Budiharto/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis menilai penolakan warga Waydadi merupakan dinamika untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pelepasan Hak Pengelolaan Lahan (HPL).

“Namanya di dalam perencanaan itu, ada yang tercapai target, ada yang tidak. Kita sih inginnya semua mencapai target. Ya kalau ada hambatan-hambatan, ya itulah dinamika. Yang jelas tetap harus dikejar,” ujarnya di kantor Gubenrur Lampung, Jumat (30/11).


Dia juga mengatakan hal ini sudah dilakukan pembahasan dari awal penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lampung 2019. Di mana, dalam penyusunannya, merujuk kepada undang-undang dan permendagri tentang pedoman penyusunan anggaran yang diperbaharui setiap tahun.

Baca Juga:   Temukan Titik Temu, Besok Pemkot Sampaikan Hasil Pertemuan dengan Bakso Son Haji Sony

“Tahapan dimulai dari Renja, dijabarkan ke KUA-PPAS. Setelah selesai baru dibahas bersama Banang, untuk diparipurnakan. Dalam pembahasan ada koreksi terhadap pendapatan dan belanja. Setelah itu disepakati, dan dikoreksi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) apa benar APBD ini tidak pro rakyat,” tandasnya. (abd/kyd)




  • Bagikan