Penyaluran Pinjol di Lampung Capai Rp1,6 Miliar, Terbesar Kedua di Sumatera

  • Bagikan
Pinjol
Rati Connie Foda selaku Deputi Direktur Pengawasan dan Perizinan Fintech memaparkan materi. Foto Ruri/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Penyaluran pinjaman peer to peer lending (pinjaman online/Pinjol) Lampung terbilang besar.

Tercatat, pinjaman dari Januari sampai Oktober mencapai Rp1,637 miliar. Sementara outstanding pinjaman mencapai Rp439,62 miliar.



Hal itu dipaparkan Rati Connie Foda selaku Deputi Direktur Pengawasan dan Perizinan Fintech saat pembekalan dan media update kinerja industri jasa keuangan Triwulan 3 2021 kepada insan media di Provinsi Lampung, Senin (6/12).

“Lampung menduduki provinsi penyaluran pinjaman terbesar kedua setelah Sumatera Selatan di Sumatera bagian Selatan dengan persentase sebesar 33 persen,” katanya, Senin (6/12).

Dikatakannya, perkembangan pinjaman online juga menunjukkan tren yang terus meningkat. Saat ini sudah ada 104 penyelenggara Peer to peer Lending yang telah terdaftar atau berizin di OJK.

Lalu tercatat, 3.734 penyelenggara pinjol ilegal ditutup oleh satgas waspada investasi (SWI).

Diungkapkannya, data dari OJK, hingga Oktober 2021, total asetsl seluruh penyelenggara mencapai Rp4,37 T, aset penyelenggara konvensional Rp4,30 T, dan aset penyelenggara syariah Rp74,02 M.

Kemudian, lanjutnya, akumulasi rekening borrower mencapai 71,01 juta dengan rekening aktif sebesar 19,95 juta. Serta akumulasi rekening lender mencapai 788,70 ribu dengan rekening sebesar 179,89 ribu. (rur/sur)






  • Bagikan