Penyelidikan Kasus Dugaan Pemerasan di Inspektorat Lamsel Masih Temui Kendala

  • Bagikan
Para petugas dari Kejati Lampung ketika melakukan penggeledahan di Kantor Inspektorat Lamsel. FOTO IST.

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kasus dugaan pemerasan oleh oknum pejabat Inspektorat Lampung Selatan (Lamsel) terkait dana desa masih mengambang. Di mana, kasus ini mencuat pasca operasi tangkap tangan (OTT) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.

Kasipenkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan menuturkan, pihaknya melalui bidang Pidana Khusus (Pidsus) masih agak kesulitan menangani kasus dugaan pemerasan ini. “Jadi perkaranya ini semi OTT. Peristiwa serah terimanya sudah lewat,” katanya, Minggu (25/7) sore.


Menurut Andrie -sapaan akrabnya, Kejati Lampung masih kesulitan untuk menggali, kapan sebenarnya waktu kejadian penyerahan uang (dari kepala desa) ke pihak Inspektorat Lamsel.

“Kalau saksi-saksi memang masih kita lakukan pemeriksaan. Namun sampai saat ini memang belum ada para saksi-saksi itu yang terkait menerima penerimaan uang. Yang diduga uang itu merupakan hasil tindak pidana pemerasan,” kata dia.

Baca Juga:   Polisi Amankan Residivis Pencurian Kendaraan Bermotor

Dia melanjutkan, pihaknya masih kembali melakukan pengecekan terlebih dahulu. “Masih kita kroscek dahulu. Karena dari barang bukti handphone-handphone para saksi ketika kita periksa belum ada yang bisa memberikan keterangan pasti. Pasti yang dimaksud mengenai penyerahan itu,” ungkapnya.

Untuk diketahui, penyelidikan kasus dugaan pemerasan dan penerimaan sejumlah hadiah, atas Anggaran Dana Desa (ADD) di lingkungan Inspektorat Lampung Selatan (Lamsel), turut berkembang ke para Kepala Puskesmas. (ang/sur)




  • Bagikan