Penyuluhan Kanker, Swiss-Belhotel Gandel YPKI Lampung

  • Bagikan
Koordinator wilayah YPKI Lampung Ririn S. Lestari saat memberikan pemaparan tentang kaker dalam kegiatan penyuluhan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Lampung, Rabu (24/7). Foto Elga Puranti/radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Swiss-Belhotel Lampung mengadakan penyuluhan tentang Deteksi Kanker secara dini di Krui Meeting Room lantai dua Swiss-Belhotel Lampung, Rabu (24/7).

Kegiatan yang digelar untuk para karyawan hotel dan masyarakat umum bekerjasama dengan Yayasan Penyuluhan Kanker Indonesia (YPKI) Lampung.

“Kegiatan ini bagian dari CSR Swiss-Belhotel Lampung. Kalau selama ini kita menggelar donor darah sebagai kegiatan CSR, kali ini kita ingin memberikan sesuatu yang beda namun tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Shaela Hani, Marketing Communication Swiss-Belhotel Lampung kepada Radarlampung.co.id, Rabu (24/7).

Shaela menambahkan, ide kegiatan ini sendiri muncul dari banyaknya anggapan bahwa penyakit kanker  tidak dapat disembuhkan. Padahal, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengobati maupun mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Karena itu, sambungnya, Swiss-Belhotel menggandeng YPKI Lampung yang memang ahli di bidang penyakit kanker sehingga dapat memberikan edukasi dan berbagi pengetahuan mulai dari cara mendeteksi, mecegah maupun mengobati penyakit kanker.

“Harapan kami, semoga dengan adanya kegiatan ini para wanita bisa menjadi lebih paham tentang cara mencegah kanker. Dan bagi yang sudah terkena, bisa paham apa yang harus mereka lakukan setelahnya,” tandasnya.

Koordinator wilayah YPKI Lampung, Ririn S. Lestari dalam pemaparannya menjelasakan, proses terbentuknya kanker dimulai dari munculnya kelenjar getah bening di area ketiak, belakang telinga, dan selangkangan.

Di area ketiak, kelenjar getah bening bisa jadi timbul lantaran kebiasaan mencabut bulu ketiak. Karenanya, Ririn lebih menyarankan untuk menghilangkan bulu ketiak dengan cara mencukur atau menggunting.

Kemudian disusul dengan terbentuknya jaringan kista serta tumor. Salah satu yang dapat disebut tumor yakni adanya tahi lalat hidup yang membesar, menghitam, gatal dan berambut. “Tahi lalat ini akan berakar, dan akarnya akan bermutasi menjadi kanker,” terangnya.

Adapun gejala kanker secara umum ditandai dengan BAB yang tidak tuntas, sesak nafas walaupun tidak memiliki asma, batuk kering yang tidak kunjung sembuh, tubuh mengurus, serta timbul benjolan. Kanker sendiri biasanya difaktori dari keturunan, lingkungan, serta makanan.

“Berdasarkan data kami, di Lampung sendiri ada 66,6 persen wanita yang terserang kanker payudara. Ini lantaran banyak wanita yang menjadi tulang punggung dan akhirnya tidak tuntas menyusui anak,” tandasnya. (ega/kyd)


Baca Juga:   MBK Tunggu Regulasi Stimulus PPN


  • Bagikan