Perajin Cendol Hingga Saat Ini Masih Bertahan di Tengah Pandemi


Perajin Cendol Hingga Saat Ini Masih Bertahan di Tengah Pandemi
Pekerja saat membuat aneka cendol di rumah Mbah Suseno di Jalan Abimanyu, Jagabaya 1, Wayhalim, Bandarlampung, Jumat (8/4). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Mbah Suseno (86), Perajin cendol yang telah dilakoni selama 19 tahun di kediamannya yang berada jalan Abimanyu, Jagabaya, Wayhalim, Bandarlampung, saat ini penjualan mengalami penurunan lantaran dampak Pandemi Covid-19.

Menurut Mbah Seno sapaan akrabnya,
Bahwa ramainya penjualan cendol miliknya hanya saat pada awal bulan suci Ramadhan.





“Jadi usaha ini cuma minggu pertama saja ramainya. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Jadi gini, saat pandemi pertama itu ramainya pertama, dan pandemi kedua itu, dua minggu ramai awal puasa sama akhir puasa,” katanya, Jumat (8/4).

Mbah Seno menuturkan, untuk penghasilan satu hari itu membutuhkan bahan terigu, gula Aren dan daun kering sekira 20-60 Kg.