Perangi Akun Hoaks, Ansor Pringsewu Bentuk Tim Patroli Dunia Maya

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Semakin maraknya berita hoaks dan hate speech atau ujaran kebencian yang menjadi sumber informasi negatif, mendapat perhatian serius Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pringsewu Lampung.

Organisasi pemuda di bawah NU itu menyikapi gaduhnya media sosial, tentu dapat merugikan masyarakat dengan membentuk tim patroli dunia maya (cyber team). Tim ini bertugas memerangi akun-akun palsu penyebar hoaks dan ujaran kebencian.

“Saat ini status dan komentar di media sosial sudah tidak bisa dikontrol lagi. Banyak sekali ujaran kebencian dan hinaan yang ditujukan kepada para ulama dan NU yang dilakukan oleh akun-akun tidak bertanggung jawab,” jelas Ketua PC GP Ansor Pringsewu M Sofyan saat Peringatan Harlah Ke-84 GP Ansor di Aula Gedung NU Pringsewu, Selasa (1/5).

Oleh karena itu menurut Sofyan GP Ansor komit perang melawan mereka. Lebih lanjut ia menyampaikan, Cyber Team yang dibuat tersebut bertugas melakukan patroli dunia maya. Nantinya, akan menyisir akun-akun palsu penyebar fitnah yang ditemukan ataupun berdasarkan laporan yang masuk dari berbagai sumber.

“Saat ini ada ribuan akun-akun penyebar hoaks dan ujaran kebencian yang setiap saat dan dengan sistem yang terstruktur melakukan kejahatan sosial menyerang kelompok yang tidak disukai termasuk para ulama dan NU,” papar Sofyan saat Harlah Fatayat NU ke-68.

Bagi yang sudah mantap dalam ber-NU dan tahu peta pergerakan paham-paham keagamaan khususnya di media sosial tidak akan terpengaruh.

“Tapi bagi yang baru menggunakan media sosial dan tidak memiliki pemahaman yang utuh terhadap NU akan mudah terseret dan terpengaruh dengan berita-berita tidak benar,”ungkapnya.

Pola kerja tim ini menurut Sofyan, setiap waktu khususnya malam hari dengan jam yang telah dijadwalkan bersama.

Tim kompak memerangi akun-akun palsu dengan memanfaatkan kemampuan IT yang dimiliki para anggota atau melaporkannya ke pengelola medsos. Dia berharap dengan langkah ini Sofyan berharap nuansa kesejukan akan tercipta di media sosial dengan mengurangi akun-akun penyebar hoaks tersebut.

Lebih lanjut, tim yang dibentuk sudah membuahkan hasil. Sudah banyak akun yang berhasil dinonaktifkan.

“Meski tetap saja masih bermunculan yang sejenis. Tapi kita akan terus memeranginya,” tegas Sofyan. (sag/ynk)




  • Bagikan