Perbaikan Drainase, Luas Lahan Tanam Padi Turun 19.434 Hektar

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO ALAM ISLAM/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Luas lahan tanam padi di Lampung tahun ini turun sekitar 19.434 hektar sepanjang Januari hingga September 2021. Jumlah tersebut turun dari semula pada 2020 sebanyak 433.308 hektar, pada 2021 menjadi 413.874 hektar.

Alhasil, meskipun produksi padi per hektar tanamnya mengalami peningkatan produktivitas, namun secara total produksi tani turun mencapai 7.314 ton. Atau tahun ini sebanyak 2.091.842 ton, sementara 2020 lalu 2.099.156 ton.



Kepala Dinas Tanaman Pangan, Ketahanan Pangan, dan Hortikultura Lampung Kusnardi mengatakan, jumlah produktivitas padi tahun ini justru naik. Namun, karena ada perbaikan irigasi di aliran lahan, membuat beberapa hektar lahan tidak terairi air sehingga petani tidak menanam padi.

Baca Juga:   ASN Pemprov Lampung Terbukti Melancong ke Luar Negeri Saat Nataru, Inspektur : Bakal Kena Sanksi Berat

“Luas tanamnya agak turun, ada beberapa perbaikan irigasi. Seperti perbaikan genangan yang di irigasi Way Sekampung yang di Pringsewu, Lampung Timur, di bendungan Way Rarem juga karena belum belum kelar-kelar perbaikannya. Maka tanaman akan terganggu,” beber Kusnardi.

Baca Juga:   ASN Pemprov Lampung Terbukti Melancong ke Luar Negeri Saat Nataru, Inspektur : Bakal Kena Sanksi Berat

Meski demikian, dia mengatakan produksi padi Lampung naik. Meskipun jika dibandingkan 2020 maka akan menurun.

Karena itulah besar harapannya agar irigasi tersebut segera kembali beroperasi supaya bisa segera mengairi sawah.

“Tahun ini, untuk padi produktivitas naik, meskipun luas tanam terganggu. Mudah-mudahan tahun depan, kan penggenangannya ada yang sudah selesai seperti waduk di Pringsewu agar bisa bantu menambah indeks tanam,” lanjutnya.

Apalagi dengan beberapa tambahan bendungan. Karena itulah harapannya irigasi dan pembangunan bendungan agar segera diselesaikan.

Baca Juga:   ASN Pemprov Lampung Terbukti Melancong ke Luar Negeri Saat Nataru, Inspektur : Bakal Kena Sanksi Berat

Bagi para petani yang lahannya tidak bisa ditanam sementara, memilih mengganti komoditas pertanian. Seperti mengganti ke jagung yabg tidak memerlukan banyak air untuk tumbuh.

“Ya petani memilih mengganti tanamannya, seperti ke jagung. Tapi kita berharap segera bisa kembali ya, agar tahun depan kita bisa kembali mendongkrak produktivitas padi kita. Apalagi kita akan melakukan beberapa bukaan baru untuk lahan padi dibeberapa kabupaten,” tandasnya. (rma/sur)






  • Bagikan