Perdana, Lomba Pidato Bahasa Mandarin se-Provinsi Lampung

  • Bagikan
Lomba pidato bahasa Mandarin se-Provinsi Lampung di Golden Bistro, Sabtu (27/7). Foto Melida Rohlita/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Badan Koordinator Pendidikan Bahasa Mandarin Lampung mengadakan lomba Pidato Mandarin tingkat Provinsi Lampung di Golden Bistro, Bandarlampung, Sabtu (27/7).

Ketua Yayasan Darma Bakti Tanto Nugroho, melalui Ketua Badan Koordinator Pandidikan Bahasa Mandarin Steven Cheng mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama kali diadakan di Lampung. “Iya jadi ini yang pertama kalinya diadakan,” katanya.

Menurutnya, tujuan dari diadakanya kegiatan ini salah satunya untuk melatih mental para peserta yang diketahui masih dalam usia dini hingga remaja.

“Tujuanya untuk melatih mental anak-anak dalam loimba Pidato Bahasa Mandarin se-Provinsi Lampung. Jadi jangan hanya terbiasa di kelas, tapi harus terbiasa di panggung juga bagaimana berbicara di depan orang banyak maka bisa mengetahui kemampuan mereka,” jelasnya.

Dari lomba yang diikuti ratusan murid dari 53 sekolah di 12 kabupaten dan kota se-Lampung, terpilih 39 sekolah dengan kategori anak, remaja dan dewasa. Dari total perwakilan tersebut, tim juri memutuskan untuk menggelar grand Final pada 3 Agustus 2019 di Mall Boemi Kedaton (MBK) Bandarlampung.

“Pengumuman juaranya nanti di Mall Boemi Kedaton. Ada penambahan hadiah, selain dari kami ada dari Ketua TPPKK kota Bandarlampunh, yakni tiga buah sepeda dan sejumlah uang,” terangnya.

Dirinya berharap dengan adanya kegiatan ini Pemerintah bisa mensuport bahasa Mandarin menjadi bahasa reguler pada tingkat internasional.

“Sekarang bahasa Inggris tidak lagi spesial sosial, dan sementara ini kita kerjasama dengan Kejati Lampung untuk Ke Tiongkok membicarakan kerjasama RI dan juga Tiongkok. Nanti juga ada perwakilan untuk kuliah disana selama satu tahun,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TPPKK Kota Bandarlampung Eva Dwiana Herman HN mengatakan bahwa bahasa Mandarin berpotensi untuk dijadikan bahasa pengantar seperti Bahasa Inggris.

“Sebagai bahasa pengantar, namun tetap menjunjung tinggi bahasa Indonesiabkarena NKRI itu harga mati,” tandasnya.

Ia juga berharap agar para peserta yang masih berjuang dalam belajar bahasa Mandarin agar terus belajar dengan gigih. “Bagi saya semua peserta adalah pemenang, terpilih atau tidak terpilih mereka adalah kebanggan bangsa dan orang tua,” pungkasnya. (mel/kyd)


Baca Juga:   Patut Dicontoh, Isi Ulang Tabung Oksigen Bayar Sukarela


  • Bagikan