Perkara Diduga Penganiayaan AP, Berujung Damai dan Orangtua Cabut Laporan

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Dugaan penganiayaan terhadap pelajar AP (16) yang dilakukan belasan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berujung damai. Hal itu diungkapkan Munah (35) ibu korban AP.

“Sudah damai, sebenarnya waktu mereka datang malam itu sudah ada perjanjian perdamaian,” ujarnya kepada radarlampung.co.id, saat ditemui dikediamannya, Sabtu, (5/5).

Terkait alasannya melakukan perdamaian, Munah mengungkapkan, bahwa itu semua dilakukan untuk orang yang telah menyelamatkan putranya waktu kejadian.

“Damai itu kami lakukan demi orang yang telah menolong anak saya waktu kejadian, saya juga mau bilang terimakasih, dan terus dia meminta untuk menyelesaikan permasalahan ini,” kata dia.

Dia mengatakan, perdamaian tersebut dilakukan di kantor Satpol PP Provinsi Lampung.”Terus saya diminta untuk datang ke kantor Sat Pol PP Provinsi Lampung untuk menyelesaikan permasalahan ini, saya datang sama beberapa keluarga, kami ingin damai karena ingin menyelamatkan orang yang telah menyelamatkan anak saya itu,” jelasnya.

Baca Juga:   RSUD Dadi Tjokrodipo Bakal Jadi RS Khusus Covid-19

Dia menambahkan, dalam surat perdamaian itu mereka berjanji akan bertanggungjawab atas biaya pengobatan dan biaya rumah sakit dan terkait laporan ke Polresta Bandarlampung akan dicabut.

“Rencana hari ini mau di cabut tapi tadi Bhabinkamtibmas sudah nelpon penyidiknya, katanya Senin bisa di cabutnya,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pihak keluarga AP (16) pelajar yang diduga dianiaya belasan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke Mapolresta Bandarlampung, Jumat, (4/5). (ndi)




  • Bagikan