Perkara Fee Proyek Lamsel, Mantan Sopir Syahroni Beber Pernah Diajak Antar Uang

  • Bagikan
ahendra Dwipa Purnawa mantan sopir terdakwa Syahroni dan juga honorer di Subag Keuangan Dinas PUPR Lamsel yang dihadirkan menjadi saksi meringankan untuk Syahroni, Rabu (28/4). FOTO ANGGRI SASTRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID-Perkara fee proyek Lampung Selatan di PN Kelas IA Tanjungkarang berlanjut. Rabu (28/4) saksi Mahendra Dwipa Purnawa dihadirkan.

Dalam kesaksiannya, Mahendra menjelaskan dirinya sudah kenal lama dengan terdakwa Syahroni. “Mulai saya bekerja di Dinas PU bagian Subag Keuangan memang sudah kenal dengan beliau (Syahroni),” katanya.

Menurut Mahendra, dirinya juga sering diminta oleh terdakwa Syahroni untuk menyupirinya. “Kalau dia telpon minta dibawakan mobilnya ya saya bersedia. Karena Syahroni ini enggak bisa bawa mobil. Selain saya ada juga Yasin sudah almarhum. Lalu Rahmat dan terakhir Eka,” jelasnya.

Dirinya juga pernah diajak oleh Syahroni di tahun 2016, untuk menyerahkan sejumlah uang ke kediaman terdakwa Hermansyah Hamidi. “Saya agak lupa bulannya kapan. Ya antara awal dan pertengahan bulan di tahun itu (2016),” kata dia.

Waktu itu lanjut dia, dirinya ditelpon oleh Syahroni untuk menemaninya dan menyupirinya ke rumah Hermansyah Hamidi. “Ya dia telpon minta tolong habis magrib datang kerumahnya yang berada di Pramuka. Sesampai disana dia ngeluarin koper yang ukuran cukup besar, warna biru gelap. Dari situ dimasukin ke dalam mobil. Setelah itu kami langsung berangkat,” ucapnya.

Baca Juga:   Dear Camat se-Tubaba, Siap-Siap Dapat Pelimpahan Wewenang Ini Dari Bupati

Sebelum berangkat ke rumah Hermansyah, Syahroni menjelaskan minta tolong ditemani dan diantar ke rumah Kadis PUPR. Yang saat itu dijabat oleh Hermansyah Hamidi. “Ketika dirumah dia minta tolong untuk diantarkan. Dan bilang kalau isi tas itu ada duitnya. Untuk jumlah saya enggak tahu. Saya yang juga angkat tas itu kedalam mobil. Sangat berat. Kami ke rumah Hermansyah di daerah Kaliawi. Dekat lampu merah,” jelasnya.

Menurutnya lagi, usai sampai di kediaman Hermansyah dirinya pun memundurkan mobil masuk ke dalam. “Saya masukan kendaraan itu dalam posisi mundur, ke pekarangan rumah Hermansyah. Dan Syahroni bawa tas ke dalam itu sendiri lewat pintu depan,” ungkap dia.

Baca Juga:   Dugaan Pelanggaran Prokes Wabup Lamteng, Dirreskrimsus Polda Lampung : Kami Tetap Gelar Perkara

Mahendra pun menjelaskan, usai sampai dirumah Hermansyah itu dirinya tak mengetahui ada orang lain selain ia dan Syahroni. “Saat itu pas turun saya enggak lihat. Beliau masuk saya di luar halaman rumah. Saat sampai itu memang ada kendaraan. Tetapi saya enggak tahu kendaraan siapa. Pas saya parkir itu beberapa saat itu ada yang parkir juga. Saya tidak perhatiin karena maen hp. Tidak lama saya nunggu. Ya sekitar 30 menit. Syahroni sudah ke mobil lagi. Pas pulang dia enggak ngomong apa-apa,” bebernya.

Selain itu menurut Mahendra, Syahroni ini karakternya orang yang baik kepada bawahan. “Dia enggak mudah marah. Lebih ke mudah bergaul beliau ini,” pungkasnya. (ang/wdi)




  • Bagikan