Perlukah Banyak Operasi Pasar Beras Selama Puasa? Ini Kata Buwas

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Perum Bulog menyebut sampai saat ini tidak akan melakukan operasi pasar secara sembarang. Operasi pasar akan dilakukan secara perhitungan yang tepat.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, posisi stok beras saat ini berjumlah 1,48 juta ton, dan angka penyerapan setiap harinya sebesar 11.000-15.000 ton.

Oleh sebab itu, Bulog hanya operasi pasar ke lokasi-lokasi yang terjadi gejolak harga beras.

“Sekarang bukan operasi pasar tapi stabilisasi harga. Jadi kita sebarkan ke titik yang bergejolak, kita harga paling rendah sehingga harga turun,” jelas dia.

Selain Jakarta, pria yang akrab disapa Buwas ini menyebut seluruh daerah memiliki risiko terhadap dengan stabilitas harga. Oleh karena itu, operasi pasar dilakukan jika ada daerah yang mengalami lonjakan harga.

Baca Juga:   Kendala Oksigen, RSUDAU Ragu Terima Rujukan Pasien Covid-19

“Saya tidak mau terus banyak operasi, kita sekarang efektivitas, kita lihat harga paling tinggi di daerah mana, baru kita turun,” ungkap dia.

Buwas menambahkan kegiatan operasi pasar yang terkendali untuk menjaga penyalahgunaan dari pihak ketiga.

“Mereka biasa ambil keuntungan lebih, maka dia tahan. Harga naik baru lepas. Kalau sekarang ada yang tahan kita sudah di lapangan,” tutup Buwas. (jpn/ynk)




  • Bagikan