Permintaan Domestik Membaik, Inflasi Terkendali pada Level Rendah dan Stabil


AIRLANGGA HARTARTO

Hal tersebut mendorong indeks harga produsen di sejumlah negara meningkat tajam dan berdampak terhadap peningkatan harga di level konsumen (inflasi).

Sebagai contoh, Jerman dengan indeks harga produsen yang naik dari 0,85% di Januari 2021 menjadi 18,4% pada Oktober 2021, mendorong inflasi meningkat diatas level 5% (yoy).





Inflasi November terutama disumbang oleh komponen inflasi harga bergejolak (Volatile Food/VF) yang mengalami inflasi 1,19% (mtm), 3,05% (yoy) dengan andil 0,20%.

Beberapa komoditas VF yang menyumbang terhadap inflasi November antara lain minyak goreng, telur ayam ras, cabai merah, dan daging ayam ras.

Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,17% (mtm), 1,44% (yoy) dengan andil 0,11% terhadap inflasi November terutama didorong adanya kenaikan harga emas perhiasan, sewa rumah, dan kontrak rumah. Lebih lanjut inflasi inti November juga lebih tinggi dibanding inflasi bulan Oktober yang sebesar 0,07% (mtm), 1,33% (yoy).

Baca Juga:   Buka Giling, PTPN VII Target Produksi 112 Ribu Ton Gula

“Pelonggaran level PPKM juga mendorong mobilitas masyarakat terus meningkat, meskipun masih dibatasi dengan syarat perjalanan yang cukup ketat. Pada November, kelompok transportasi meningkat dari bulan sebelumnya mengalami inflasi sebesar 0,33% (mtm) menjadi sebesar 0,51% (mtm) pada November dengan andil 0,06% dan menjadi kelompok penyumbang andil tertinggi kedua setelah makanan, minuman, dan tembakau. Inflasi kelompok transportasi utamanya disumbang oleh kenaikan tarif angkutan udara dengan andil 0,05%,” papar Airlangga.