Permintaan Uang Transport, Bawaslu Lampung Tepis Tudingan Anggota DPR

  • Bagikan
Fatikhatul Khoiriyah

radarlampung.co.id – Bawaslu Lampung mengaku telah menelusuri informasi dugaan Panitia Pengawas (Panwas) di kabupaten Tanggamus yang meminta uang transport kepada Anggota DPR RI, Endro S. Yahman usai menggelar reses di Kecamatan Bandar Negeri Semuong.

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah menyatakan, telah meminta Bawaslu Tanggamus mengkonfirmasi kabar tersebut ke Hasrodi selaku Panwascam dan Panitia Pengawas Lapangan (PPL) Saidi selaku pihak yang mengawasi kegiatan reses Polirtisi PDIP tersebut.

“Dari lembaga pengawas pemilu tidak ada yang meminta uang kepada Bapak Endro mapun timnya. Hasil informasi dari PPL Pekon Sanggi Unggak, Saidi Efendi bahwa ada masyarakat yang hadir dan meminta uang kepada Bapak Endro,” kata Khoir sapaanya saat dikonfirmasi, Kamis (10/1).

Baca Juga:   Update Covid-19 Lamtim, 4.156 Terkonfirmasi Positif, 2.900 Sembuh

Menurut informasi dari PPL, sambungnya, permintan tersebut disampaikan melalui SMS ke Endro karena masyarakat tidak mendapatkan uang trasnport dari acara reses. “Penjelasan ini siap dikonfrontir atau ditanyai langsung dan dipertanggungjawabkan bahwa tidak ada permintaan uang dari Pengawas Pemilu,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Anggota Komisi II DPR RI Endro Suswantoro Yahman mengaku dimintai uang transport oleh Panitia Pengawas Kecamatan saat melakukan reses ke Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Tanggamus belum lama ini.

Kepada radarlampung.co.id, Endro mengatakan pada reses yang digelarnya usai tahun baru tersebut tak ada yang berbeda. Selaku pengawas pemilu, Panwas setempat pun selalu mengikuti kegiatan yang dilakukannya.

Namun usai menyelesaikan resesnya, Endro mengaku mendapatkan telpon dari salah satu Panwascan di kecamatan Bandar Negeri Semuong. Sayangnya, tidak disebutkan namanya.

Baca Juga:   Sebelum Bunuh Diri, Curhat ke Tetangga Soal Kesulitan Ekonomi

“Jadi setelah acaranya bubar saya makan di warung makan, kemudian di telpon salah satu Panwas di Bandar Negeri Semuong. Katanya meminta uang transport,” kata Endro saat dihubungi melalui ponselnya, Kamis (10/1). (rma/kyd)




  • Bagikan