Perpustakaan Nasional RI Laksanakan Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK di Lampung


LAKSANAKAN BIMTEK: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melaksanakan bimbingan teknis strategi, pengembangan perpustakaan teknologi informasi dan komunikasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial tahun 2022. FOTO ANGGRI SASTRIADI/RADARLAMPUNG

RADARLAMPUNG.CO.ID – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melaksanakan bimbingan teknis strategi, pengembangan perpustakaan teknologi informasi dan komunikasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial tahun 2022. Kegiatan ini pun dilaksanakan di Provinsi Lampung.

Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Rustama Dewi menjelaskan bahwa, kegiatan yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional ini sangat baik dan meinisiasi sekali.





“Karena ini perpustakaan RI melaksanakan kegiatan ini di Lampung. Dan kita memfasilitasi kegiatan. Peserta memang dari beberapa daerah di Lampung. Pembahasannya soal inkusisosial. Dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya, Rabu (11/5).

Untuk itu dirinya pun mengucapkan terimakasih Kepada Pihak Perpustakaan Nasional RI dan Konsultan Pelaksanaan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, atas dilaksanakannya Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK ini, yang diikuti oleh 35 orang peserta pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung sebanyak 2 orang.

Baca Juga:   Universitas Teknokrat Indonesia Gelar PKM Sekolah Binaan di SMA Al Huda

“Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Utara 4 orang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanggamus 4 orang dan peserta Perpustakaan Desa 9 orang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupten Tulang Bawang Barat 4 orang, Dinas Perpustakaan Kabupaten Pesawaran 4 orang, Kota Bandar Lampung 4 Orang, Kota Metro 4 orang. Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK ini sangat diperlukan guna mempersiapkan personil yang
memahami Program Transformasi Perpustakaan,” kata dia.
Yang dimana berbasis Inklusi Sosial dapat di laksanakan sesuai dengan ketentuan dan diharapkan para peserta mendapatkan pembelajaran dan pengetahuan dalam pelaksanaan Program Transformsi perpustakaan berbasis inklusi social dimaksud.

“Dengan bertambahnya 3 Kabupaten dan 2 Kota di Provinsi Lampung yang mengikuti Bimtek ini maka sudah semua Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung mengikuti Bimtek SPP-TIK ini, kecuali Kabupaten Pesisir Barat, dikarenakan Kelembagaan Perpustakaannya diliguidasi, sehingga tidak dapat mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.

Baca Juga:   Polinela Ciptakan Lulusan yang Terampil,Profesional untuk Kebutuhan IDUKA

Melalui pemberdayaan perpustakaan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan perpustakaan dan mendekatkan akses informasi pada masyarakat. Hal itu bertujuan untuk memfasilitasi apa yang menjadi kebutuha masyarakat dan perpustakaan dapat menjadi
pusat bagi masyarakat untuk berkegiatan.

“Juga dapat saling mengakses satu dengan yang lain sehingga terjadi proses belajar di antara mereka yang mendorong kesempatan untuk menciptakan inovasi dan kreatifitas yang positif dan produktif untuk kesejahtaraan, sehingga perpustakaan diharapkan dapat menjadi lembaga Creatif Centre,” pungkasnya. (ang)