Persatuan Insinyur Indonesia Harus Dorong Tumbuhnya Riset dan Inovasi

  • Bagikan
AIRLANGGA HARTARTO

RADARLAMPUNG.CO.ID – Menghadapi era revolusi industri 4.0, peran insinyur semakin banyak dibutuhkan di berbagai bidang. Terlebih bidang teknik industri yang dituntut tidak hanya memahami sisi teknikal, tetapi juga sisi manajemen dari suatu industri.

“Oleh karenanya saya berpesan kepada profesi insinyur teknik industri untuk tidak ragu terjun dan berkecimpung di berbagai bidang. Bahkan di luar manufaktur untuk memberikan manfaatnya sebesar-besarnya kepada masyarakat,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya pada acara Konvensi Badan Kejuruan Teknik Industri Persatuan Insinyur Indonesia (BKTI PII), Senin (22/11).


Para insinyur juga perlu mengikuti mega trend saat ini di bidang infrastruktur digital dan industri. Seperti low earth orbit satellite, pengembangan data center sebagai The New Petrochemical Industry, digital twin, dan transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan yang memerlukan pengembangan high voltage direct current transmission (HVDC).

Baca Juga:   Pemerintah Siap Melaksanakan Putusan MK Atas Pengujian Formil UU Cipta Kerja

Selain itu, di era industri 4.0 saat ini, insinyur juga dituntut memiliki daya saing tinggi untuk dapat bersaing secara global.

Persaingan insinyur antar negara ASEAN juga tidak dapat dihindari karena implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Oleh karenanya diperlukan upaya lebih dalam meningkatkan insinyur Indonesia, baik dari segi jumlah SDM maupun kompetensi.

Secara regulasi, pemerintah telah menerbitkan UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsiyuran untuk memberikan kepastian hukum praktik keinsinyuran serta perlindungan kepada pengguna dan pemanfaatnya.





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan