Persiapan Salat Tarawih, Polda Sterilisasi Puluhan Masjid

  • Bagikan
Petugas Brimob Polda Lampung menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan Masjid Agung Al-Furqon Bandarlampung, Senin (12/4). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Masjid-masjid di Bandarlampung disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan oleh Subden KBR Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Lampung. Hal tersebut sebagai salah satu pencegahan penyebaran Covid-19 di masjid.

Kasubden KBR Gegana Sat Brimobda Polda Lampung Iptu Yanto menjelaskan, penyemprotan tersebut dilakukan sebagai upaya sterilisasi dan mengurangi penyebaran Covid-19 di masjid-masjid.

“Supaya jamaah bisa nyaman dan aman melakukan salat tarawih, yang mungkin sudah ada yang melakukannya malam ini. Jadi, sasaran kita, masjid yang akan digunakan untuk salat tarawih bersama,” ujarnya usai melakukan penyemprotan di Masjid Al Furqon Bandarlampung, Senin (12/4).

Iptu Yanto menuturkan, pihaknya menurunkan dua unit KBR Gegana Satbrimobda Lampung untuk melakukan penyemprotan disinfektan tersebut.

Baca Juga:   Pengedar Ganja Jaringan Aceh-Lampung Diamankan Polda Lampung

“Hari ini ada 10 masjid yang kita semprot. Target kita seluruh masjid di Bandarlampung kita sterlisasikan. Tapi jangan lupa, tetap melakukan protokol kesehatan saat menjalankan salat tarawih, meskipun di dalam masjid tetap menggunakan masker,” tukasnya.

Sementara, pengurus Masjid Al Furqon Bandarlampung Supriyadi menyampaikan terima kasih kepada KBR Gegana Satbrimobda Lampung yang telah melakukan penyemprotan disinfektan ke masjid, dan sebagai salah satu upaya mecegah penyebaran Covid-19.

“Alhamdulillah sudah dilakukan penyemprotan. Mudah-mudahan ini bisa mengurangi penyebaran virus Corona, dan semoga jamaah lebih nyaman melaksanakan salat tarawih,” katanya.

Terkait salat tarawih, pihaknya tidak membatasi jumlah jemaah, hanya tetap menerapkan protokol kesehatan di dalam masjid.

Baca Juga:   Pengedar Ganja Jaringan Aceh-Lampung Diamankan Polda Lampung

“Karena masjid kita besar, kita tidak membatasi. Hanya kita tetap menjaga jarak antar jemaah, sudah kita tandai. Kita juga imbau untuk tetap memakai masker, dan kuta juga sediakan perlengkapan untuk mendukung protokol kesehatan,” katanya.

Ia menambahkan, jumlah rakaat salat tarawih sebanyak 23 rakaat, tanpa adanya kultum.

“Kegiatan yang agak lama ditiadakan, yang biasanya ada kultum, atau one night one juz kita tiadakan. Jadi hanya salat tarawih bersama,” pungkasnya. (rur/sur)




  • Bagikan