Personil Terbatas, Polda Lampung Buat Skema Khusus Pengamanan TPS

  • Bagikan
Petugas Kepolisian saat melakukan pengamanan kotak suara saat simulasi pengamanan TPS di halaman Polda Lampung, Senin (11/3). Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Pengamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilu 2019 menjadi perhatian serius Polda Lampung. Itu mengingat jumlah TPS ada 26.265, sementara personil yang dimiliki hanya tujuh ribuan.

Hal ini diungkapkan Kapolda Lampung melalui Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Sulistiyaningsih saat Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara di Mapolda, Senin (11/3). 


Menurut Sulis- sapaan Sulistyaningsih, pihaknya telah menyiapkan skema khusus karena jumlah personil kepolisian memang tidak bisa mengcover seluruh TPS se-Lampung.

“Untuk pengamanan TPS yang berjumlah 26.265 TPS memang ada siasat khusus yang kami lakukan. Mengingat anggota kami kurang lebih tujuh ribu, itu tidak cukup untuk pengawasan satu TPS satu anggota Kepolisian. Maka dalam menyiasatinya kami membuat beberapa pola penjagaan,” kata Sulis.

Dia melanjutkan pola yang dimaksud adalah pola pembagian TPS. Mulai dari TPS kurang rawan, rawan, dan sangat rawan. Untuk pola-pola kurang rawan itu dari ancamannya tidak banyak yang bisa mengganggu pelaksanaan pemilu atau pencoblosan. 

“Untuk yang kurang rawan, kami mengitung 1 anggota kepolisian bisa mengawasi 4 hingga 6 TPS. Kalau yang masuk kategori rawan , 1 polisi menjaga 2 TPS, sementara yang sangat rawan itu 2 polisi di 1 TPS,” ujarnya.

Baca Juga:   Vaksinasi Partai Gerindra Disambut Antusias Oleh Warga

Bentuk penjagaan bagi TPS kurang rawan, karena hanya 1 anggota untuk mengawasi 4 hingga 6 TPS bisa dilakukan dengan keliling antar TPS. Karena di dalam TPS sendiri sudah terdapat anggota Linmas yang tetap berada di dalam TPS.

Soal TPS rawan, Sulis mengatakan, ada beberapa perhitungan tersendiri untuk parameter hitungnya, baik dari segi kriteria KPU hingga keamanan dari Polda. Saat ini menurutnya kerawanan tinggi justru berada di kerawanan geografis.

“Daerah paling banyak TPS rawan yakni di Tanggamus. Rawannya karena geografisnya berjauhan. Seperti melewati sungai dan itu salah satu parameter daerah yang rawan. Sehingga tidak mungkin untuk dijangkau hingga 4 atau 6 TPS sekaligus, karena lokasi sangat jauh,” tambahnya.

Baca Juga:   Bravo Lima: Konsolidasi Raperda, Distribusi Berkeadilan

Sementara untuk wilayah Rawan konflik menurutnya sudah tidak ada, hanya saja Polda Lampung tetap antisipasi. Artinya yang dulu pernah ada konflik, langsung di antisipasi saja. 

Ditambahkan Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah sebagai upaya pengawasan lansung kini Bawaslu sedang merekrut Pengawas TPS. Di mana nantinya bakal ditempatkan diseluruh TPS se-Lampung.

“Simulasi ini sebagai gambaran Polri, karena Polri yang akan menjaga di TPS. Jadi Polri juga perlu pemahaman bagaimana secara teknis itu dilaksanakan,” tambahnya. (rma/kyd)




  • Bagikan