Pertama di Indonesia, Pemkot Bandarlampung Fasilitasi Poliklinik Rehabilitasi Narkoba

  • Bagikan
Deputi Regabilitasi BNN Yunis Farida Oktaris (Batik Hijau), bersama Wali Kota Herman HN berdiskusi dengan keluarga pecandu narkoba saat peresmian Poliklinik Rehabilitasi Narkoba, Jumat (22/2). Foto Prima Imansyah Permana/radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Kota Bandarlampung saat ini telah memiliki Poliklinik Rehabilitasi Narkoba/NAPZA, IPWL dan HIV/AIDS Rumah Sakit Daerah (RSD) Dadi Tjokrodipo.

Poliklinik Rehabilitasi Narkoba yang baru diresmikan Wali Kota Bandarlampung Herman HN, Jumat (22/2), merupakan pertama di Indonesia yang difasilitasi pemerintah daerah dalam menyediakan semua sarana dan prasarananya.

Hal tersebut disampaikan Deputi Regabilitasi BNN Yunis Farida Oktaria. Menurutnya, Poliklinik ini pertama dimana pemerintah daerah yang memfasilitasi untuk ambil bagian dalam rehabilitasi dengan menyediakan sarananya.

“Ini pertama di Indonesia, memang daerah lain ada, tapi hanya nempel saja di daerah itu. sementara kalau Bandarlampung adalah satu-satunya inisiasi pembangunan dan keperuntukannya gratis untuk masyarakat,” ujarnya usai menghadiri acara peresmian.

Baca Juga:   Pemkot Bandarlampung Nantikan Penyaluran DBH Triwulan Dua 2021

Untuk fasilitas yang ada di Polikelinik ini, sambung Yunis, sudah cukup memadai. Namun, dia berharap dan ke depanya ada penambahan rawat inap, baik  dirujuk atau difasilitasi rawat inap di Poliklinik tersebut.

“Perlatannya juga telah memenuhi, kan ini sambil bertahap kalau tiba-tiba beliau harus menyediakan semuannya langsung gak mungkin, tapi kalau isi mininalnya sudah terpenuhi untuk saat ini,” tambahnya lagi.

Kemudian untuk petugasnya, Wali Kota telah menyiapkan Dokter, Perawat, Laboraturium, serta pembimping konseling. “Nanti untuk pembimbing konseling dan tenaga lainnya, kalau belum terampil bisa magang. Nanti pak Wali bisa fasilitasi magang. Misalnya magang di BNN yang ada di Kalianda,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota  Bandarlampung Herman HN menuturkan, pembangunan Poliklinik ini tidak lain untuk membantu masyarakat yang sudah terlanjur terkena narkoba.

Baca Juga:   Beri Bantuan Rp5 Juta, Wali Kota Lantas Imbau Masyarakat Terdampak Ombak ke Rusunawa

Menurutnya, ketika rakyat sehat dan tidak terpengaruh Narkotika, maka warga akan makmur. “Rumah sakit ini diperuntukan umum, siapa saja bisa masuk ketika positif narkoba. Misalnya ada yang singgah dari Medan atau Jawa bisa mampir untuk direhabilitasi,” pungkasnya. (pip/kyd)




  • Bagikan