Pertamina Paparkan Pemetaan dan Prediksi Kebutuhan Energi

Persiapan Jelang Ramadan Hingga Idul Fitri
General Manager MOR II Sumbagsel, Erwin Hiswanto . Foto Ist

radarlampung.co.id – Dalam upaya menjaga ketahanan dan distribusi energi, PT Pertamina (Persero) MOR II siap melayani kebutuhan masyarakat selama ramadan dan Idul Fitri untuk seluruh wilayah Sumbagsel.

General Manager MOR II Sumbagsel, Erwin Hiswanto mengatakan bahwa dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan dan Idul Fitri, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Sumatera Bagian Selatan sudah melakukan pemetaan dan prediksi kebutuhan energi masyarakat.

Berdasarkan pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya dan analisa tren konsumsi, menurutnya setiap tahun pasti selalu ada peningkatan konsumsi BBM, LPG, dan Avtur terutama saat arus mudik dan balik dan saat Hari Raya Idul Fitri.

“Prediksi peningkatan sudah ada, kami juga sudah menyiapkan proyeksi penyaluran untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu, untuk memantau peningkatan dan kebutuhan energi selama puasa dan lebaran, kami juga akan menyiapkan Tim Satuan Penugasan (Satgas) sejak H-15 hingga H+15 lebaran demi kenyamanan masyarakat,” ujar Erwin.

Untuk konsumsi BBM jenis gasoline seperti Pertamax Turbo, Pertamax, Pertalite, dan Premium diprediksi terjadi peningkatan hingga 19 persen dari konsumsi normal. Diperkirakan, peningkatan konsumsi Pertamax Turbo akan mencapai 38 persen, Pertamax 35 persen, Pertalite 19 persen, dan Premium mencapai 15 persen.

Prediksi kenaikan tertinggi konsumsi BBM jenis gasoline akan terjadi pada 9 Juni 2018 atau H-5 dengan angka kenaikan sebanyak 77 persen dari konsumsi normal.

BACA  Penggusuran di Sukarame Ricuh, Satu Mahasiswa UIN Alami Patah Kaki

Sedangkan untuk BBM Jenis gasoil yakni BBM diesel seperti Pertamina Dex, Dexlite, dan Solar/Bio Solar diprediksi mengalami penurunan hingga 11 persen dari konsumsi normal, hal ini diakibatkan oleh tidak beroperasinya kendaraan berat saat arus mudik dan balik sehingga konsumsi Solar/Bio Solar turun 13 persen.

Namun demikian, tetap ada peningkatan untuk BBM jenis Pertamina Dex hingga 42 persen dan Dexlite sebanyak 12 persen. Untuk BBM Jenis Gasoil, peningkatan konsumsi akan terjadi pada 31 Mei 2018 atau H15 dengan angka kenaikan sebanyak 30 persen dari konsumsi normal.

“Peningkatan konsumsi BBM non-subsidi ini merupakan wujud berubahnya pola konsumsi masyarakat Sumbagsel. Masyarakat telah cerdas dan beralih memilih BBM berkualitas untuk memaksimalkan performa sekaligus efisiensi kinerja mesin kendaraan,” ungkap Erwin.

Erwin menambahkan, sebagai persiapan untuk menjaga kelancaran distribusi energi dan layanan selama Ramadan dan Idul Fitri, seluruh Terminal BBM di wilayah Sumbagsel akan stand by selama 24 jam. Selain itu, di setiap TBBM juga sudah disiapkan tambahan mobil tanki (MT) untuk melayani masyarakat diluar penyaluran normal.

Pertamina MOR II Sumbagsel juga akan menempatkan 5 Kiosk Pertamax di Jalur Tol dan Pelabuhan Bakauheni, Dex kemasan di Jalur Lintas utama, 25 motoris kemasan, Mobil Tanki Dispenser, Kantong BBM (Mobile Storage), dan SPBU Buffer Stock.

BACA  Seru! Ayo Ikuti GEMPITA Himasakta FKIP Unila

Untuk Lampung, konsumsi BBM selama Bulan Ramadhan dan Idul Fitri juga akan mengalami peningkatan, terlebih Lampung menjadi salah satu jalur mudik di Pulau Sumatera. Untuk saat ini, prediksi peningkatan untuk BBM jenis gasoline di Lampung diperkirakan mencapai 23 persen.

Peningkatan ini didominasi oleh BBM jenis Pertamax sebanyak 47 persen, Pertalite 25 persen, dan Premium sebanyak 9 persen. Dalam mengantisipasi kenaikan konsumsi tersebut, Pertamina sudah menyiapkan 10 unit mobil tanki tambahan dengan total kapasitas 176 Kilo Liter (KL) di TBBM Panjang, 15 unit motoris kemasan, 4 kantong BBM (mobile storage) di 4 titik SPBU, dan SPBU Buffer Stock di 3 titik SPBU.

Untuk ketersediaan LPG, Pertamina MOR II Sumbagsel juga memprediksikan adanya peningkatan menjelang Bulan Ramadan dan Idul Fitri. Prediksi peningkatan konsumsi LPG 3 Kg diperkirakan mencapai 11 persen, karenanya sebagai antisipasi, rencana penyaluran LPG 3 Kg di wilayah Sumbagsel untuk Bulan Juni diperkirakan naik hingga 3.6 persen dari penyaluran di Bulan Mei, jika dibandingkan dengan penyaluran lebaran 2017, maka terdapat peningkatan penyaluran sebanyak 8 persen.

Sedangkan untuk Elpiji 12 Kg, rencana penyaluran pada Bulan Juni diperkirakan menurun sebanyak 5 persen dibandingkan penyaluran Bulan Mei yang diakibatkan oleh libur lebaran. Namun demikian, Pertamina tetap menyiapkan rencana penyaluran Elpiji 12 Kg sebanyak 3.526 Metrik Ton serta varian Bright Gas 5.5 Kg sebanyak 347 MT dan Bright Gas 12 Kg 721 MT untuk periode H-15 dan H+15.

BACA  Kantor Gakkumdu Kembali Dikepung Ribuan Massa

Untuk Lampung, penyaluran varian LPG 3 Kg di Bulan Juni diperkirakan meningkat sekitar 3.7 persen dan untuk penyaluran Elpiji 12 Kg berkurang sekitar 5 persen jika dibandingkan dengan penyaluran Bulan Mei. Pertamina MOR II Sumbagsel juga telah mempersiapkan Lembaga penyalurnya, di Lampung sendiri terdapat 109 agen LPG 3 Kg, 2.667 pangkalan LPG 3 Kg Siaga, dan 14 agen Elpiji 12 Kg.

“Peningkatan konsumsi LPG biasanya terjadi di dekat Hari Raya Idul Fitri. Karenanya kami sudah akan meningkatkan penyaluran LPG berbagai varian untuk Bulan Juni sebagai antisipasi meningkatnya konsumsi masyarakat,” imbuh Erwin. Kebutuhan Avtur selama masa mudik, Pertamina MOR II Sumbagsel juga telah menyiapkan proyeksi peningkatan penyaluran di setiap provinsi di Sumbagsel.

Di Bandar Udara Radin Inten II, Lampung, prediksi konsumsi Avtur mencapai 80 KL selama periode H-7 hingga H+7 Lebaran. Kebutuhan Avtur ini meningkat 20 KL atau 33 persen lebih banyak daripada prediksi konsumsi selama Bulan Juni. Erwin berharap, seluruh inovasi pelayanan dan distribusi energi yang dilakukan oleh Pertamina dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan serta memenuhi kebutuhan masyarakat selama Bulan Ramadhan dan Idul Fitri. (ynk/ynk)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here