Perwakilan BEM Umitra Apresiasi FGD Dikyasa Ditlantas Polda Lampung

  • Bagikan
Foto bersama Dirlantas Polda Lampung bersama peserta FGD, Selasa (16/10). Foto Anggi Rhaisa/Radarlampung.co.id
Foto bersama Dirlantas Polda Lampung bersama peserta FGD, Selasa (16/10). Foto Anggi Rhaisa/Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id –  Focus Group Discussion (FGD) road safety menuju zero accident  merupakan program giat kegiatan Subdit Pendidikan dan Rekayasa Direktorat Lalu Lintas (Dikyasa Ditlantas) Polda Lampung pada hari ini 16 oktober 2018 di hotel Grand anugerah Bandar Lampung diapresiasi oleh berbagai pihak salah satunya dari perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mitra Indonesia (BEM Umitra).

Rudiansyah selaku Perwakilan BEM Umitra menyampaikan Pemerintah sudah menjalankan PerMen PU tersebut namun  di lapangan tidak ROAD SAFETY dan tidak menuju ZERO ACCIDENT karena kenyataan di lapangan banyak jalan yang di tambal sulam yang tidak rata jadi membuat accident meningkat.


Pakar Transportasi Universitas Lampung Ir Dwi Herianto. MT  menyampaikan dana preservasi jalan merupakan  dana yang khusus di gunakan untuk kegiatan pemeliharaan, rehabilitasi, dan rekonstruksi jalan secara berkelanjutan sesuai dengan standar yang di tetapkan.

Baca Juga:   Dishub Kejar Realisasi Pemindahan Gedung KIR

Sesuai dengan PerMen PU no 13/PRT/M/2011 preservasi adalah kegiatan penanganan jalan berupa pencegahaan perawatan dan perbaikan agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu lintas.

“Kecelakaan lalu lintas di jalan saat ini 5% sedangkan dana pengelolaan preservasi jalan hanya 10% dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),Ini perlu dibahas lebih lanjut,” ucapnya.

Diinformasikan, FGD road safety menuju zero accident dibuka oleh Dirlantas Polda Lampung Kombes Kemas Ahmad Yamin.Ia menyampaikan Fgd ini bertujuan mencari solusi dana preservasi.Disadarinya, Beberapa Kendala selama ini tentang dana Preservasi Jalan perlu dibahan Fgd ini terutama dalam pengelolaan dana preservasi tidak transparan, minimnya preservasi anggaran, dan sulit pembebasan lahan.

Ia berharap menghasilkan ide ide pemikiran dalam membuat regulasi dana preservasi  jalan  dalam menyelesaikan problema dana preservasi jalan  untuk pemeliharaan jalan dan  optimalkan road safety menuju zero accident sehingga berjalan dengan aman dan selamat. (gie/ang)




  • Bagikan