Pesan Herman H.N. Pada Muli Makhanai: Dalami Pengetahuan tentang Tempat Wisata

  • Bagikan
Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. memberikan pertanyaan kepada enam pasang Muli Mekhanai Kota Bandarlampung di lapangan Saburai, Bandarlampung, Jumat malam (27/7). FOTO M. TEGAR MUJAHID/ RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Setelah 14 pasang muli makhanai masuk Grand Final Muli Makhanai Kota Bandarlampung tahun 2019, diambil enam pasang untuk melangkah ke babak selanjutnya. Ya, tentunya mereka merupakan hasil penilaian dewan juri yang ada.

Mereka yang masuk ke enam besar yaitu Muli 06 Yolanda N, Muli 02 Delsi, Muli 16 Nuke Ajeng Ferari, Muli 18 Sela, Muli 20 Syakira, dan Muli 24 Naura. Kemudian Makhanai 03 Adam, Makhanai 13 Rizal Alamsyah, Makhanai 15 Yakup, Mekhanai 17 Jefli, Makhanai 23 Rafa, dan Makhanai 25 Fadel.

Pada tahap enam besar, Jumat (26/7), ini Muli Makhanai diberi dua pertanyaan yang telah disiapkan. Dalam hal ini mereka dibagi dua sesi, sesi pertama diberi pertanyaan tentang lingkungan bersih dan asri untuk 2030 mendatang. Serta sesi kedua diberi pertanyaan tentang cara mempromosikan pariwisata tanpa bantuan sosial media (Sosmed).

Baca Juga:   Hamdalah, 2.446 Pasien Covid-19 Lamtim Sembuh

Nampak para paserta dapat menjawab dua pertanyaan yang dibacakan oleh pembawa acar, seperti Muli nomor  24 Naura saat ditanya terkait mempromosikan pariwisata Lampung tanpa sosial media, Naura menjawab akan dengan bangga memakai kaos tapis dan batik Lampung sehari-hari.

Usai itu, dilanjutkan pertanyaan yang diberikan oleh Ketua TP PKK Kota Bandarlampung Eva Dwiana. Ya, Eva memberikan pertanya kepada Muli Mekhanai terkait jumlah flyover yang ada di Kota Tapis Berseri, lalu pelayanan gedung satu atap, dan ikon pelayanan Kota Tapis Berseri.

Lalu tiga pasang muli – mekhanai yang berkesempatan menerima pertanyaan dari wali kota, yaitu Muli Syakira, Sela, dan Naura kemudian Mekhanainya yaitu Rafa, Jefli, dan Fadel.

Baca Juga:   RSUD Dadi Tjokrodipo Bakal Jadi RS Khusus Covid-19

Namun sayangnya dari beberpa pertanyaan yang disampaikan wali kota tersebut, ketiga pasang Muli – Mekhanai banyak yang tidak mengetahui. Mulai dari nama-nama hotel yang terletak di Jl. Raen Intan, arti sembilan lengkung yang ada di Siger, lagu Lampung, serta tentang tempat makan yang ada di Bandarlampung.

“Kalian kan duta Pariwisata untuk Kota Bandarlampung, jadi lebih didalami lagi tentang tempat-tempat wisata, seperti tempat makan dan hotel-hotel yang ada di kota kita ini, itu harus jadi pengetahuan dasar bagi kalian sebagai duta pariwisata,” ungkapnya. (pip/sur) 




  • Bagikan