Pesawaran Lepas Dari Zona Merah Endemis Malaria

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Upaya memerangi penyakit malaria, khususnya pada wilayah endemis di Pesawaran membuahkan hasil. Kabupaten ini keluar dari zona merah endemia malaria di wilayah pesisir.

“Alhamdulillah. Kita saat ini sudah dibawah angka lima. Kalau tempo hari, katagori endemis tinggi. Berada di atas angka lima,” kata Kabid P2PL Aila Karyus mewakili Kepala Dinas Kesehatan Pesawaran Harun Tri Djoko, Selasa (3/9).

Menurut dia, upaya yang dilakukan jajaran Diskes Pesawaran di wilayah endemis malaria di antaranya pemberian kelambu, pengobatan sampai tuntas, larvasiding, dan  penyemprotan rumah.

Kemudian penggalian Muara Kambang di Lempasing, Telukpandan oleh Dinas PU untuk melancarkan aliran air menuju laut. “Melalui langkah ini, tidak ada lagi jentik nyamuk malaria di Muara Kambang. Sebelumnya, genangan di sana berpotensi menjadi sarang nyamuk,” urainya.

Langkah ini menurunkan jumlah penderita selama dua tahun terakhir. Pada 2017, ada 3.120 kasus positif malaria. Tahun berikutnya, tercatat 2.043 kasus.

Aila melanjutkan, upaya lain adalah bekerjasama dengan Dinas Perikanan untuk merevitalisasi kolam-kolam yang sudah tidak produktif. Dengan demikian, kolam tersebut tidak menjadi sarang nyamuk.

“Kita optimistis pada 2020 mendatang, kita bersama masyarakat dan semua unsur mampu menurunkan lagi angka di wilayah endemis malaria menjadi dibawah satu. Tentunya perlu juga dukungan melalui dana desa untuk men-support program tersebut,” tegasnya. (ozi/ais)




  • Bagikan