Pesawaran Uji Coba KBM Tatap Muka Satu Bulan

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO ALAM ISLAM/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka semester genap tahun ajaran 2020/2021 di Pesawaran untuk semua jenjang diperkirakan dimulai 11 Januari mendatang.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesawaran Yahtar Malyan mengatakan, pemkab telah mengeluarkan surat edaran Nomor: 420/6001/V.01/2020 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Pelaksanaan KBM didasarkan atas Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 04/KB/2020, Nomor 737 Tahun 2020, Nomor HK.01.08/Menkes/7093/2020, Nomor 420-3987 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Virus Corona.

Baca Juga:   Ini Tarif COD Pengiriman Administrasi Kependudukan di Pesawaran

Bahwa kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat tetap merupakan prioritas utama yang wajib dipertimbangkan dalam menetapkan kebijakan pembelajaran pada masa pandemi.

“Kemudian berdasar Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor: 045.2/3697/V.01/2020  tentang Peyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 di masa Pandemi Covid-19 pada Satuan Pendidikan di Provinsi Lampung,” kata Yahtar mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesawaran Pauzan Suaidi, Kamis (24/12).

Terhitung 4 Januari mendatang, semua kepala sekolah beserta guru di setiap satuan pendidikan akan menyiapkan sarana prasarana protokol kesehatan.

Untuk KBM, akan diatur waktunya. Seperti SD kelas I, II dan III akan masuk Senin. Kemudian kelas IV, V dan VI masuk hari Selasa. Kemudian untuk SMP, Senin untuk kelas I, Selasa kelas II dan Rabu Kelas III.

Baca Juga:   Sekkab Tegaskan Soal Prokes, Jadikan Masker Sebagai Kebutuhan Sandang

“Secara keseluruhan, untuk SOP dan prokes sudah siap. Memang ada sekitar delapan SMP yang belum siap. Bukan tidak siap prokes. Tetapi belum siap KBM tatap muka lantaran ada yang terkonfirmasi positif Vovid-19 seperti di SMP 5 dan SMP 19,” jelasnya.

Pelaksanaan KBM tatap muka, lanjut Yahtar akan diuji coba dalam satu bulan, terhitung 11 Januari hingga 11 Februari.

Selama kurun waktu tersebut, pihaknya akan melakukan evaluasi d
setiap jenjang pendidikan. Apakah aman untuk diteruskan atau justru akan menambah grafik jumlah terkonfirmasi positif Covid-19

“Jika evaluasi ternyata berpotensi tercipta kluster baru penyebaran Covid-19, maka KBM akan langsung dihentikan,” tegasnya. (ozi/ais)



  • Bagikan