Petambak Bumi Dipasena Masih Butuh 9 Ekskavator untuk Revitalisasi

  • Bagikan
Salah satu ekskavator yang dimiliki dari bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Foto Dok M. Zainal Arifin/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Para petambak di bumi dipasena, kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang, masih membutuhkan setidaknya sembilan unit ekskavator. Sembilan unit alat berat dibutuhkan untuk program revitalisasi tambak yang memiliki luas sekira 16.250 hektare.

Ketua Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah (P3UW) Lampung Suratman mengatakan, dengan luas sekira 16.250 hektare idealnya proses revitalisasi atau pengerukan tambak membutuhkan sekitar 16 unit ekskavator.

“Idealnya dan agar lebih maksimal 16 unit. Sekarang kami punya tujuh, lima unit hasil gotong royong swadaya para petambak dan dua unit bantuan dari kementerian,” ungkapnya, Senin (28/6).

Lima unit ekskavator yang telah dimiliki merupakan hasil gotong royong swadaya para petambak yang dibeli patungan sejak 2013 lalu.

Baca Juga:   Vaksinasi Mobile, Polres Tuba Suntik 81 Orang

Eksavator yang telah ada, selama ini digunakan bergantian oleh para petambak untuk mengeruk lumpur.

Dari total 16.250 hektare areal tambak yang ada di bumi dipasena, saat ini baru sekitar 3.000 hektare yang sudah digunakan untuk budidaya mandiri.

Untuk kapasitas panennya, dari 3.000 hektare tersebut bisa mencapai 30 sampai 60 ton per hari. (nal/sur)




  • Bagikan