Petani Butuh Irigasi Agar Bisa Panen 2 Kali Setahun, Begini Kata Distan

  • Bagikan
Para petani didampingi pegawai penyuluh lapangan ketika menemui mahasiswi ITB yang sedang melakukan penelitian. Foto M. Zainal Arifin/Radarlampung.co.id 
Para petani didampingi pegawai penyuluh lapangan ketika menemui mahasiswi ITB yang sedang melakukan penelitian. Foto M. Zainal Arifin/Radarlampung.co.id 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Para petani di Tulangbawang butuh bantuan pembangunan irigasi agar bisa panen dua kali dalam satu tahun. Permintaan ini isampaikan Solwi selaku Kepala Kelompok Tani Ujung Gunung Udik, Kecamatan Menggala saat ditemui Radarlampung.co.id, Kamis (26/8).

Menurutnya, saat ini petani di Kelurahan Ujung Gunung baru bisa panen sekali dalam setahun.


Selain irigasi, petani berharap pemerintah daerah juga bisa membuat akses jalan dari lokasi panen karena saat ini petani masih menggunakan sistim panggul atau mengangkat sendiri hasil panen dari lokasi karena kurangnya akses jalan.

“Fungsi pertama irigasi untuk kami bisa sebagai aliran air saat musim kemarau. Fungsi kedua bisa untuk akses jalan,” ujarnya.

Senada juga disampaikan Edi Suratman, Pegawai Penyuluh Lapangan (PPL) kelurahan ujung gunung.

Menurut Edi, irigasi yang ada saat ini belum cukup untuk menuntaskan air. “Harapan petani bisa tanam dua sampai tiga kali (dalam setahun). Kalau di wilayah lain (di Tulangbawang) mungkin bisa, tapi di sini hanya satu kali karena faktor kelebihan air,” terangnya.

Selain itu, petani sekitar juga harus menanam dengan perhitungan waktu yang tepat. Karena jika salah, tanaman mereka bisa terkena banjir imbas dari luapan Way Tulangbawang.

Baca Juga:   Rush Pecah Ban di JTTS, 3 Penumpang Tewas 6 Luka-luka

Sementara itu, Ketua Gapoktan Menggala Timur Sumarno menjelaskan, petani di Kampung Menggala, Bedarou Indah, dan Sungai Luar saat ini lebih mengandalkan alam untuk bercocok tanam.

“Kalau irigasi memang belum ada. Kami masih mengandalkan alam karena tadah hujan. Jadi begitu banjir terendam, saat kemarau petani baru bisa bertanam,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya.

Dilanjutkannya, lahan untuk bercocok tanam petani di Menggala Timur adalah rawa. Saat Mei sampai Desember, air mulai surut dan petani sudah mulai bisa bercocok tanam.

“Jadi memang belum ada sistim pematang, masih hamparan. Saat itu petani mulai menanam,” ujarnya.

Diakuinya, para petani di sini membutuhkan bantuan dari pemerintah daerah untuk dibuatkan kanal-kanal dan tanggul penahan air.

“Kalau boleh berharap, kami minta dibuatkan sejenis kanal atau tanggul penahan air untuk para petani,” harapnya.

Terpisah, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian (Distan) Tulangbawang Andri menyambut baik permintaan dan harapan para petani.

Menurutnya, untuk pembuatan irigasi, kanal serta tanggul penahan air para petani dapat mengajukan proposal kepada instansinya agar bisa ditindaklanjuti.

Baca Juga:   Satu Keluarga Korban Lakalantas di JTTS Hendak Tahlilan di Sumsel

“Bisa mengajukan proposal ke Dinas (Pertanian). Kita saat ini juga mengerjakan itu, tapi memang harus bergilir (gantian),” ungkapnya.

Andri menjelaskan, para petani dapat membuat proposal bantuan melalui kelompok tani. Kemudian poktan mengajukan ke Dinas Pertanian Bidang Sarana dan Prasarana.

“Setelah itu kami akan input ke e-proposal. Kemudian Kementerian (Pertanian) akan menginventarisasi kebutuhan masing-masing kabupaten. Sudah berjalan sejak tahun 2016 lalu,” terangnya.

Dia menerangkan, untuk permohonan bantuan-bantuan tersebut yang memiliki kewenangan menentukan adalah pemerintah pusat.

“Jadi pusat itu menentukan penerima bantuan berdasarkan pantauan satelit. Jadi ketahuan yang memang membutuhkan daerah mana,” ungkap mantan Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disnakertrans Tulangbawang itu.

Selanjutnya, akan ada pihak ketiga yang ditunjuk Kementerian Pertanian untuk melakukan survei lapangan.

Hasil dari survei akan dilaporkan ke pemerintah provinsi, kemudian provinsi memberikan usulan kepada pemerintah pusat.

“Nanti di situ muncul optimasi lahan, lengkap dengan apa saja yang dibutuhkan,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan jika bantuan-bantuan tersebut yang menentukan adalah pemerintah pusat dan menggunakan APBN. (nal/sur)




  • Bagikan