Petani di Lampura Terancam Gagal Panen

  • Bagikan
Robiyem, saat mengambil sisa-sisa tanaman padi di lahan miliknya. Foto Fahrozy Irsan Toni/ radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Banjir yang melanda Kabupaten Lampung Utara (Lampura), tidak hanya mengancam pemukiman warga, tapi juga merusak tanaman padi hingga gagal panen.

Rubiyem (51) warga Kebun Empat, Jalur Dua, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan mengaku lahan persawahan yang menjadi sandaran keluarganya dipenuhi genangan air, hingga membuat hatinya pilu membayangkan hasil saat panen tiba.


“Kalau begini ngebayangin mau panen saja susah, bagaimana kalau tanaman padi yang telah berumur terendam luapan air beberapa hari,” ungkap Rubiyem, meratapi nasib malangnya akibat luapan air Way (sungai) Umban, Selasa (16/2).

Menurutnya, sawah yang dikelola keluarganya itu memiliki luasan sekitar 2.500 m² yang siap panen. Namun, akibat luapan air dialiran sungai yang biasa mengaliri areal persawahannya, harus menghela napas panjang.

Baca Juga:   Lapor Pak ! Perguruan Silat di Lampura Ini Butuh Fasilitas Penunjang

“Kalau tidak surut, kami khawatir tanaman padi akan busuk. Sehingga mengancam panen tahun ini,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi demikian membuat tanaman padi rusak. Untuk memetiknya, harus memilih buah yang dapat diselamatkan.

“Meski hasilnya tak seberapa, tapi setidaknya dapat mengurangi. Kalau begini hampir dipastikan 100% gagal panen,”imbuhnya.

Dia dan warga lainnya yang berusaha serupa hanya dapat pasrah dengan keadaan tersebut. Yang terpenting masih ada pemasukan, meski tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarganya.

“Paling ini (beras), untuk di makan sendiri. Bukan untuk dijual, jadi syukuri aja yang ada. Sekarang terpenting bagaimana dapat memanennya, meski jauh dari harapan,” Pungkasnya. (ozy/yud)




  • Bagikan