PGRI Sayangkan Penghentian PTM Terbatas


RADARLAMPUNG.CO.ID – Meningkatnya kasus COVID-19 serta ditemukannya varian baru COVID-19 di Lampung, membuat pemerintah daerah (Pemda) mengambil keputusan untuk menghentikan PTM terbatas.

Di Bandarlampung, penghentian PTM terbatas rencananya akan dilakukan hingga tanggal 21 Februari 2022, mendatang.





Terkait ini, Plt. Ketua PGRI Lampung, Haryanto justru menyayangkan keputusan pemda yang melakukan penghentian PTM terbatas. Terlebih pembelajaran tatap muka (PTM) baru saja dimulai.

“Terus terang menyayangkan (penghentian PTM terbatas, red), karena murid dan guru sedang semangat dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” katanya, Senin (7/2).

Menurutnya, selama dua tahun pelaksanaan kelas online (daring), capaian siswa dalam kegiatan belajar – mengajar terbilang rendah. Di samping itu, baik siswa maupun guru juga merasa jenuh jika harus melakukan pembelajaran daring.

Menurut dia, dengan pembelajaran daring, sekolah terkesan seperti hanya sebuah formalitas. Di samping itu, banyak siswa yang mendapatkan nilai rendah lantaran tidak mengumpulkan tugas.

“Tapi mereka harus lulus, nah ini jadi problem tersendiri. Guru merasa seneng sebelumnya dan berdoa agar pandemi cepat selesai, tapi tiba-tiba disuruh daring lagi. Kita harap semua mengerti bahwa daring itu tidak efektif,” tambahnya.

Menurut dia, jika memang satu sekolah didapati banyak kasus COVID-19 di dalamnya. Seharusnya sekolah itu saja yang diisolir. “Karena dikhawatirkan kalau begini terus, kita bisa punya lulusan yang kurang berkualitas,” sambungnya.

Dia juga mengatakan, seharusnya Pemda tidak perlu khawatir. Lantaran sekolah-sekolah juga tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

“Ya seharusnya orang tua di rumah juga tidak perlu khawatir lagi. Karena sekolah juga prokes yang dijalankan. Kemudian juga ada satgas yang mengawasi di sekolah,” tandasnya. (Ega/yud)