PGSI Lampung Beber Hasil Pertemuan dengan Presiden

  • Bagikan
Silaturahmi nasional (silatnas) Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) bersama Presiden RI di Istana Negara, Jumat (11/1). Foto IST

radarlampung.co.id – Sebanyak 20 Guru swasta dari Lampung mengikuti Silaturahmi Nasional (silatnas) Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) bersama Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Jumat (11/1).

Ketua PGSI Lampung Asep Sudarsono mengatakan, dalam pertemuan tersebut diikuti 371 guru anggota PGSI dari seluruh Indonesia.

“Kita diterima di Istana Negara pada jam 13.30 WIb sebelumnya Salat Jumat bersama Presiden di Masjid Kesekertariatan Negara. Dari Lampung 20 perwakilan provinsi dan kabupaten/kota,” kata Asep kepada radarlampung.co.id, Senin (14/1).

Menurutnya, meskipun pertemuan itu banyak yang menilainya negatif, namun PGSI telah membawa aspirasi guru swasta. “Alhamdulillah, walaupun banyak yang mencibir dan menganggap sebelah mata, unsur politik, pencitraan lah, tetapi kita diterima presiden Indonesia yang sah dan masih menjadi kepala pemerintahan,” ujarnya.

Baca Juga:   Pro Kontra, Soal Surat Edaran Kades Terkait Penanganan Jenazah Pasien Covid-19

Dalam pertemuan itu, lanjut dia, Presiden akan membahas semua usulan dan masalah guru setelah berkoordinasi dengan menteri terkait. “Semoga akan segera di tuangkan dalam kebijakan berikutnya. Tidak semua organisasi guru bisa mengadu langsung dan diterima serta dijamu di istana,” tandasnya. (apr/kyd)

Berikut poin hasil Silatnas yang rangkum PGSI Lampung:

  1. Presiden berterima kasih pada guru swasta karena telah mendidik generasi muda tanpa pamrih.
  2. Presiden berjanji segera menyelesaikan masalah sertifikasi/inpassing guru swasta.
  3. Setelah memdengar langsung dari guru dan tidak mengira masih ada guru yang mendapat honor Rp50 – Rp150 ribu/bulan dan akan segera memanggil Mendikbud, Menag, MenPAN-RB dan Menkeu terkait masalah regulasi dan kesejahteraan guru swasta termasuk juga regulasi ASN (PNS-PPPK).
  4. PGSI diminta presiden untuk mengirimkan regulasi mana yang tidak berpihak pada guru swasta selama itu tidak dibatasi oleh UU.
  5. Pemerintah berjanji akan terus bekerja meningkatkan kesejahteraan dan status guru swasta diseluruh Indonesia.
  6. PGSI Lampung segera memperbaiki data guru swasta baik Kemenag maupun Diknas. Dan segera mengirimkan kajian regulasi yang mendiskreditkan guru swasta khususnya Lampung.



  • Bagikan