Pihak Bandara Radin Inten II Tagih Komitmen Pemprov Lampung

  • Bagikan
Suasana rapat bandara di ruang sakai sembayan kantor Gubernur Lampung Kamis (5/9). Foto Rima/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Pihak Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan (Lamsel) mengaku menunggu komitmen Pemprov Lampung soal kejelasan hibah untuk perluasan landasan guna melayani embarkasi penuh haji dan penerbangan langsung internasional.

Hal ini diungakapkan Perwakilan Bandara Radin Inten II Lampung Fitri, Kasi Teknik Operasi Bandara saat ditanyai soal kesiapan Bandara Radin Inten II sebagai Bandara Internasional.

“Soal bandara internasional, kami tetap komit dari janji di awal bahwa kami tahun ini rekronstruksi landasan dan kami menyiapkan strading rigid apron untuk pengoperasian A 330 300,” sebut Fitri usai rapat, Kamis (5/9).

Namun terkait keamanan Bandara menunggu komitmen Pemprov Lampung soal hibah lahan untuk memenuhi runway strip yang hingga saat ini belum ada informasi apapun.

“Kami menagih komitemen pemda untuk runway strip kami. Karena itu persyaratan intenasional. Kita butuh keseriusan pemda Lampung,” tambahnya.

Tak hanya itu, pihak Bandara juga menanyakan terkait CIQ (Custom Immigration Quarantine/Bea Cukai, Imigrasi, Karantina). “Kami sudah menyurati pemprov namun tidak merespon. Ini terkait hibah lahan. Kami sudah beberapa kali rapat terkait ini namun belum ada tindaklanjut juga. Kami bertanya pemprov serius tidak. Karena kami serius, sebenarnya juga ada komitmen terkait bantuan alat-alat CIQ,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi terkait lahan hibah ini Plt. Kadis Perhubungan Lampung Bambang Sumbogo mengaku belum mengetahui berapa banyak hibah yang akan diminta untuk perluasan landasan Bandara.

“Seingat saya, belum menyebutkan luasannya yang kongkrit. Maaf saya lagi di surabaya ada rakornis,” imbuh Bambang.

Sementara pernyataan berbeda dilayangkan Asisten II Ekbang Pemprov Lampung Taufik Hidayat yang memimpin rapat ini mengaku sampai saat ini Bandara telah siap. “Sudah siap, hanya tinggal menunggu bagaimana prinsipnya yang jelas juga menunggu maskapai bagaiamana, kemenag, dan biro perjalanan,” tambah Taufik.

Hanya, lanjutnya, Pemprov harus menyiapkan sarana prasarana di Bandara. “Sekarang di Bandara ada untuk customer, imigrasi, karantina, dan beberapa alat lainnya sudah ada. Tapi kendaraan khusus untuk evakuasi potensi wabah untuk membawa ke rumah sakit ini masih belum,” lanjutnya.

Kemudian untuk target Umroh, Taufik menegaskan Pemprov Lampung sedang menargetkan tahun ini. Salah satu upayana ilalah dengan gencar promosikan untuk bisa umroh dari Lampung dengan harga yang lebih terjangkau juga.

“Untuk umroh sendiri promosi tetap dilakukan target kami tahun ini. Pemprov lampung sudah mulai mendata dan biro-biro perjalanan juga mendata untuk masyarakat umum. Tinggal beberap hal yang perlu dilakukan di bandara ini. Kalau tanggal kapannya belum, tapi persiapannya itu masih dilakukan,” tandasnya.(rma/kyd)


Baca Juga:   Update Covid-19 : Lima Daerah di Lampung Ini Masuk Zona Merah


  • Bagikan