Pimpin Operasi Ketupat, Ini Pesan Winarti Jelang Lebaran 

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Bupati Tulangbawang Winarti pagi tadi menjadi pemimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Krakatau 2018 yang dilaksanakan oleh Polres Tulangbawang di halaman Mapolres setempat, Rabu (6/5).

Didampingi Kapolres Tulangbawang AKBP Raswanto Hadiwibowo, Winarti membacakan amanat Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ia memaparkan,  Operasi Ketupat 2018 merupakan Operasi Kepolisian terpusat yang diselenggarakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia selama 18 hari.

Mulai dari tanggal 7 – 24 Juni 2018 dengan personel pengamanannya terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemda serta stakeholders terkait dan elemen masyarakat lainnya.

Lanjutnya, Kapolri juga menjelaskan bahwa ada empat potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama. Pertama stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, kedua adalah permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik dan ketiga adalah potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya seperti curat, curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong dan hipnotis dan keempat adalah ancaman tindak pidana terorisme.

Ditempat yang sama, Kapolres mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2018 tahun ini, Polres Tulangbawang menggelar tiga Pos pengamanan dan pelayanan.

“Dua Pos berada di Kabupaten Tulangbawang yang terletak di Simpang Lapas dan Pasar Unit 2, serta Satu Pos berada di Kabupaten Tulangbawang Barat yang terletak di depan Islamic Centre,” kata Raswanto.

Setelah selesai kegiatan apel, Kapolres Tulangbawang AKBP Raswanto Hadiwibowo bersama Bupati Tulangbawang Winarti langsung menuju lokasi pemusnahan barang bukti hasil operasi cipta kondisi jelang lebaran.

Barang bukti yang di musnahkan diantaranya 974 botol minuman keras berbagai merk, tuak 1.511 liter dan petasan 10.086 buah. Ratusan botol Miras tersebut dimusnahkan menggunakan alat berat traktor, sementara puluhan ribu petasan dimusnahkan dengan cara direndam didalam air.

Dalam kesempatan itu, Winarti berpesan kepada seluruh masyarakat Tulangbawang, khususnya generasi muda untuk menjauhi segala jenis minuman keras.

“Selain memabukan, minuman keras secara perlahan juga dapat merusak kinerja otak kita,” pesannya.

Selain itu, mantan Ketua DPRD Tulangbawang itu juga berpesan kepada masyarakat Tulangbawang untuk tidak memainkan petasan apapun jenisnya.

Lebih lanjut Winarti memaparkan,  selain membahayakan bagi diri sendiri dan orang lain, petasan juga dapat mengakibatkan kebakaran. (nal/ynk)




  • Bagikan