Pisang Mas Asal Tanggamus Diekspor ke Tiongkok

  • Bagikan
Pelepasan satu kontainer Pisang Mas produksi Kelompok Tani di Kecamatan Sumberejo, Tanggamus yang diekspor ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Senin (25/3). FOTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID
Pelepasan satu kontainer Pisang Mas produksi Kelompok Tani di Kecamatan Sumberejo, Tanggamus yang diekspor ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Senin (25/3). FOTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Satu kontainer Pisang Mas produksi kelompok tani di Kecamatan Sumberejo, Tanggamus diekspor ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Senin (25/3). Pelepasan dilakukan langsung Menteri Perindustrian Airlangga Hartato didampingi Bupati Dewi Handajani, anggota DPR RI Dwie Aroem Hadiatie dan Corporate Affairs Director PT Great Giant Pineapple (GGP) Welly Soegiono.

Airlangga Hartato mengapresiasi ekspor Pisang Mas tersebut. Ini akan terus dikembangkan sehingga petani mendapat keuntungan dan meningkatkan kesejahteraan mereka. ”Sekarang yang diekspor satu kontainer dengan nilai Rp180 juta. Ke depan harus ditingkatkan,” kata Airlangga dalam pelepasan di Lapangan Margoyoso.

Ia juga mengapresiasi program kemitraan yang dijalankan PT GGP kepada petani hortikultura di Lampung, khususnya Tanggamus. “Ini bagus. Sekarang konsepnya share value. Artinya petani dibina oleh korporasi dari hulu sampai hilir dan pasarnya telah disediakan. Semoga ini terus berkembang sesuai dengan apa yang menjadi arahan Presiden Jokowi,” ujarnya.

Baca Juga:   Kejari Lamsel Cek RSUD Bob Bazar, Tiga Obat Covid-19 Langka

Bupati Dewi Handajani turut mengapresiasi ekspor Pisang Mas asal Kecamatan Sumberejo tersebut. Ia berharap, selain pembinaan dan pemberian pupuk, PT GGP selaku mitra petani juga dapat memberikan bantuan, khususnya tempat pengemasan.

“Ada petani di Gisting, juga mitra dari PT GGP yang mengharapkan tempat pengemasan (packing). Perlu pembenahan. Tolong agar direalisasikan,” tegas Dewi.

Sementara Corporate Affairs Director PT GGP Welly Soegiono mengungkapkan, perusahaan tersebut sudah bermitra dengan petani di Tanggamus dalam beberapa tahun terakhir. Hasil yang didapat petani juga bagus. “Konsep kemitraan kami adalah share value. Artinya, berbagi untung. Awalnya di Tanggamus terdapat 200 hektare lahan yang bermitra. Kini ada 1.000 hektare yang mau bergabung,” ujarnya. (ral/ehl/ais)

Baca Juga:   Ratusan Nakes di Lambar Terkonfirmasi Covid-19

 




  • Bagikan